SuaraMalang.id - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan membangun tempat khusus limbah atau sampah medis Covid-19. Lokasinya akan ditempatkan di kawasan TPA Wonokerto, Kecamatan Sukorejo.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto mengatakan, pembangunan depo sampah khusus Corona ini sudah dimulai Oktober lalu. Sedangkan untuk anggarannya berasal DAK Kabupaten Pasuruan tahun 2021 senilai Rp 200 juta. Pembangunannya ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
“Sudah mulai dibangun sejak bulan Oktober lalu. Dan kami targetkan selesai sebelum akhir tahun,” kata Heru mengutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Rabu (3/11/2021).
Dijelaskannya, TPA khusus sampah medis tersebut berupa hanggar tertutup. Kemudian dilengkapi mesin pendingin hingga 20 derajat Celcius.
Depo ini, lanjut dia, tidak bersifat menghancurkan sampah medis Covid-19, namun hanya bersifat mengumpulkan saja. Mulai dari sampah masker, infus, suntikan, jarum dan alkes (alat kesehatan) lainnya.
“Depo ini hanya mengepul sampah medis Covid-19 saja, tidak menghancurkan sampah. Kalau untuk urusan menghancurkan sampah, kita akan kerja sama dengan transporter,” singkatnya.
Lebih lanjut Heru menegaskan bahwa depo pengumpulan sampah Covid berukuran 8X10 meter, dan sampah-sampah yang nanti dikumpulkan berasal dari rumah sakit, puskesmas dan rumah isolasi pasien Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.
“Semua RS yang menangani pasien Covid-19, berikut puskesmas dan rumah isolasi di SKB Pandaan maupun BLK Rejoso,” ungkapnya.
Baca Juga: Akhirnya Jalan Raya Pasuruan-Gunung Bromo Dibangun, Anggarannya Rp 16 Miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
-
Cuci Gudang di Kandang Singa! Samuel Balinsa dan Deretan Bintang Resmi Pamit dari Arema FC
-
Kucing-kucingan di Jalur Tikus: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diciduk, 4 Lainnya Jadi Buruan