SuaraMalang.id - Pemerintah Jerman berkomitmen untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Afghanistan senilai 600 juta Euro atau sekitar Rp9,8 triliun yang dijanjikan.
Kanselir Jerman, Angela Merkel menegaskan bahwa pemerintah Jerman akan memberikan bantuan meski belum siap mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan. Alasannya, karena mereka belum memenuhi standar yang diminta, yaitu melibatkan semua kalangan pemangku kepentingan.
Merkel yang berbicara usai konferensi video yang diikuti para pemimpin kelompok ekonomi besar G20 dan pejabat internasional lainnya itu mengatakan, para pemimpin negara-negara G20 mendesak agar badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diberi akses penuh untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
"Kami menuntut agar seluruh organisasi PBB memiliki akses untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang ingin mereka berikan," kata Merkel saat acara jumpa pers di Berlin, mengutip dari Antara, Rabu (13/10/2021). Sumber: Reuters (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Arema FC vs Persik Kediri Jadi Laga Penentuan, Marcos Santos: Harus Menang!
-
Kasus Super Flu Kota Malang Diklaim Terkendali, Seluruh Pasien Sembuh!
-
Wakil Wali Kota Batu Bongkar Teknik Rahasia Komunikasi Politik Dasco
-
Malang Target 3,4 Juta Kunjungan Wisata Selama 2026, Ini Alasannya
-
Konflik Dualisme Yayasan SMK Turen Malang Memuncak, Ribuan Siswa Terpaksa Tak Sekolah