"Jadi bu Marsini dan saya ya gak tau langsung ada niat itu. Bu Marsini yang begitu (mencuri) terus saya yang memalingkan penjaganya," kata dia.
Namun, ternyata aksi mereka curi susu terciduk kamera pengawas alias CCTV toko.
"Tapi ternyata ada CCTV saya gak tahu mas kalau ada kamera itu. Terus penjaga tokonya tahu dan bu Marsini mengeluarkan susu di bajunya," kata dia.
Marsini dan Lia sempat hampir jadi sasaran amuk warga sekitar akibat tertangkap basah mencuri.
"Tapi untungnya ada pak polisi terus dimasukan ke mobil saya. Saya nyesel banget waktu itu. Saya gak kepikiran mas wong saya ini hidup sengsara kerja rongsokan saya lakuin. Kok bisa mencuri," kata dia.
Lia pun mengaku dia mencuri susu itu selain buat bayinya yang masih berumur tiga bulan, juga buat biaya bensin untuk pulang.
"Ya nanti rencananya kotak susu itu buat dijual di jalan terus nanti hasilnya buat beli bensin. Soalnya gak ada uang sama sekali buat nyari saudara saya. Sampai sekarang pun ya belum ketemu saudara saya," tutur dia.
Sementara itu, suami Yuliati, Giono mengaku kaget begitu mendengar kabar sang istri ditangkap polisi akibat kedapatan mencuri.
"Soalnya dia itu pamitnya kerja saya ya gak tahu. Tiba-tiba ketangkap ya heran saya. Tapi untungnya sekarang sudah dibebaskan," tutupnya terkait viral ibu pencuri susu.
Baca Juga: Kasus 2 Ibu Mencuri Susu Bayi Berakhir Damai, Ada Peran Hotman Paris
Sementara, polisi menegaskan bahwa kasus pencurian susu yang dilakukan dua ibu-ibu di Blitar Jawa Timur telah dihentikan. Polisi bahkan telah memediasi antara pelaku pencurian itu dengan korbannya.
Setelah pertemuan itu, keduanya sepakat tidak melanjutkan kasus hukum. Sementara kedua ibu tersebut juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Dengan demikian, kasus pencurian susu tersebut telah selesai dan dihentikan.
Meskipun begitu, Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom menegaskan, penghentian kasus tersebut bukan karena adanya pendapat pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang viral di media sosial.
"Bukan ya, bukan karena pendapat dari pengacara kondang tersebut. Melainkan ini benar benar murni atas kesepakatan kedua belah pihak kalau kasus ini dihentikan," kata Adhitya, seperti dikutip dari suaraindonesia.com, jejaring media suara.com, Kamis (09/09/2021).
"Mereka memutuskan untuk berdamai, pemilik toko sudah memaafkan perbuatan kedua ibu-ibu tersebut. Kemudian pelaku berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya," kata Adhitya menegaskan.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
-
Cuci Gudang di Kandang Singa! Samuel Balinsa dan Deretan Bintang Resmi Pamit dari Arema FC