Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Petugas BPBD Probolinggo menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Desa Tandon Sentul, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Rabu (25/8/2021). [ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo]

SuaraMalang.id - Bencana kekeringan melanda Dusun Krandon, Desa Tandon Sentul, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. BPBD setempat menyuplai kebutuhan air bersih kepada warga terdampak.

"Penyaluran bantuan air bersih kembali dilakukan karena warga masyarakat di Dusun Krandon, Desa Tandon Sentul, Kecamatan Lumbang, yang dihuni oleh 87 jiwa kesulitan untuk mendapatkan air bersih dalam sepekan terakhir," kata Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo di Probolinggo, mengutip dari Antara, Rabu (25/8/2021).

Menurut BPBD Probolinggo, Dusun Krandon termasuk daerah yang rawan mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau.

Rachmad Waluyo melanjutkan, BPBD sudah dua kali menyalurkan bantuan air bersih ke desa itu. Penyaluran bantuan air bersih dilakukan menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

Baca Juga: Pemkab Bangkalan Siapkan Rp 22,2 Miliar Atasi Bencana Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Penyaluran bantuan air bersih diharapkan bisa meringankan kesulitan warga desa yang sedang menghadapi dampak kekeringan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat saat pengambilan air bersih tetap menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker hingga tidak berkerumun," katanya.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga sebelumnya mengatakan bahwa BPBD menerima pemberitahuan dari Pemerintah Kecamatan Lumbang mengenai masalah ketersediaan air bersih di Dusun Krandon.

"Bagi desa-desa lain yang memang betul-betul kesulitan air bersih, maka kami harap segera berkirim surat ditujukan kepada Ibu Bupati Probolinggo dengan tembusan BPBD Kabupaten Probolinggo dan kami siap untuk membantu mengirimkan air bersih," katanya.

Sugeng berharap aparat desa mengatur penyaluran bantuan air bersih bagi warga sedemikian rupa sehingga tidak sampai terjadi kerumunan yang bisa meningkatkan risiko penularan COVID-19.

Baca Juga: Kekeringan Melanda 11 Kecamatan di Sampang Madura

"Untuk warganya tidak perlu berkumpul, sehingga tidak timbul kerumunan. Cukup beberapa orang saja yang menjaga tempat airnya dan kalau sudah selesai bisa diambil secara bergantian karena khawatir muncul kluster baru dari pengiriman air bersih," katanya. (Antara)

Komentar