SuaraMalang.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim status zona merah atau berisiko tinggi penyebaran COVID-19 di wilayahnya tersisa empat daerah.
"Data tersebut berdasarkan update dari Satgas Penanganan COVID-19 Nasional sore ini. Dari 38 kabupaten/kota, empat yang masih berstatus zona merah," ujarnya mengutip dari Antara, Rabu (25/8/2021) malam.
Keempat daerah yang masih zona merah, yakni Kabupaten Blitar, Nganjuk, Ponorogo, dan Kota Batu.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan saat ini terjadi penurunan tingkat keterisian di rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR), baik dari RS statis, RS darurat COVID-19 maupun rumah isolasi setelah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.
Ia menjelaskan, kondisi BOR COVID-19 di Jatim pada 3 Juli 2021 dibandingkan 24 Agustus 2021 mengalami penurunan.
Rinciannya, BOR ICU RS dari 78 persen menjadi 51 persen, BOR Isolasi RS dari 81 persen menjadi 29 persen, BOR RS Darurat dari 69 persen menjadi 28 persen dan BOR Rumah Isolasi dari 50 persen menjadi 26 persen.
"Artinya, BOR ICU RS turun 27 persen, BOR Isolasi RS turun 52 persen, BOR RS Darurat turun 41 persen, dan BOR Rumah Isolasi turun 24 persen," ucap Khofifah.
Sedangkan kabupaten/kota berstatus zona oranye atau berisiko sedang terdapat 25 daerah, meliputi Kabupaten Jombang, Madiun, Trenggalek, Ngawi, Gresik, Bondowoso, Pasuruan, Probolinggo, Mojokerto, Kediri, Malang, Sidoarjo, Banyuwangi, Lumajang, Jember, Magetan, Pacitan, dan Tulungagung.
Kemudian, Kota Surabaya, Mojokerto, Blitar, Probolinggo, Kediri, Malang, dan Madiun.
Baca Juga: Rusia: Indonesia Negara Ke-70 yang Gunakan Vaksin Sputnik V
Selanjutnya, kabupaten/kota berstatus zona kuning atau berisiko rendah terdapat sembilan daerah, yaitu Kabupaten Sampang, Sumenep, Lamongan, Bojonegoro, Bangkalan, Tuban, Pamekasan, Situbondo, serta Kota Pasuruan.
Kendati demikian, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat agar semakin banyak daerah zona berisiko rendah.
"Bahkan, harapan kita semua segera ada zona hijau atau tak berisiko (terkendali). Sekali lagi, terapkan protokol kesehatan secara ketat," kata gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jatim hari ini pukul 16.00 WIB, terdapat tambahan sebanyak 1.619 kasus baru terkonfirmasi positif, 2.690 kasus sembuh dan 206 kasus meninggal dunia.
Secara kumulatif, total terkonfirmasi positif COVID-19 hingga saat ini sebanyak 376.784 kasus, dengan rincian 17.359 kasus (4,61 persen) dirawat, lalu 332.152 kasus (88,15 persen) sembuh, dan 27.273 kasus (7,24) persen meninggal dunia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Optimalkan Momentum MotoGP Mandalika untuk Perluas Peluang Bisnis
-
Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026
-
BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi
-
Misi Arema FC Putus Tren Imbang: Siapkan Formula Jinakkan Playmaker Anyar Bhayangkara FC
-
Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia