SuaraMalang.id - Sejumlah 23 ibu hamil dan ibu nifas hingga 7 Agustus 2021 meninggal terpapar COVID-19. Merespon itu, Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, segera melaksanakan vaksinasi COVID-19 karena berisiko tinggi jika terpapar virus corona.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Rina Widharnarini mengatakan, pihaknya segera melakukan vaksinasi tersebut.
"Vaksinasi ini segera dilaksanakan setelah adanya Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan tentang Vaksinasi COVID-19 Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi," katanya mengutip dari Antara, Jumat (13/8/2021).
Dijelaskannya, percepatan vaksinasi bagi ibu hamil juga karena banyaknya bayi yang belum waktunya lahir, namun terpaksa dilahirkan demi menyelamatkan sang ibu lantaran terpapar virus. Akibatnya, bayi lahir kecil alias tidak normal.
Rina menambahkan, vaksinasi untuk ibu hamil telah mendapat rekomendasi Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI).
Ada satu dokter di Situbondo yang menjadi salah satu anggota POGI, dan sudah memberikan pembekalan kepada masing-masing kepala puskesmas.
"Ada beberapa syarat vaksinasi COVID-19 untuk ibu hamil, di antaranya usia kandungan tidak kurang dari 13 minggu, tekanan darah normal dan tidak punya gejala atau keluhan preeklampsia," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera
-
Solusi Payroll Terintegrasi Dari QLola by BRI Untuk Bisnis Modern
-
Sinergi Tanpa APBD: Babak Baru Transformasi Pasar Induk Gadang Malang
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata