SuaraMalang.id - Oknum tenaga Pendamping Sosial PKH atau Program Keluarga Harapan Kabupaten Malang jadi tersangka kasus penggelapan dana bantuan sosial (bansos).
Oknum tenaga Pendamping Sosial PKH atau Program Keluarga Harapan Kabupaten Malang yang jadi tersangka kasus penggelapan dana bansos ialah Penny Tri Herdhiani SE (28), warga Perum Joyogrand, Lowokwaru, Kota Malang.
Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono menuturkan, seluruh dana Bansos yang digelapkan tersangka, sebagian besar dibelanjakan sendiri oleh pelaku untuk kepentingannya sendiri.
“Dana Bansos tidak diberikan pada tersangka. Melainkan dipakai sendiri. Dibelikan laptop, televisi, mesin printer, lemari es, kompor dan dispenser. Sebagian lagi untuk membantu biaya pengobatan ibu kandungnya yang sakit,” ungkap Bagoes dikutip dari Beritajatim.com--media jaringan Suara.com, Minggu (8/8/2021).
Modus yang dilakukan Penny adalah tidak memberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada sekitar 37 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Malang.
Rinciannya yakni, tersangka Penny tidak pernah memberikan sama sekali terhadap 16 orang penerima KKS untuk KPM. Serta, 17 KKS untuk KPM yang tidak ada ditempat atau meninggal dunia. Sementara 4 KKS hanya diberikan sebagian saja.
Kasus ini terungkap setelah adanya audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap 20 orang saksi dari korban selaku Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Malang yang sebagian besar, warga miskin di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
“Selain 20 saksi dari KPM, kami juga sudah memeriksa saksi dari Koordinator PKH di Kabupaten Malang. 4 saksi pendamping, satu orang saksi dari Dinsos Kabupaten Malang. Serta saksi dari Bank BNI. Totalnya ada 27 orang saksi yang kita periksa sebelum akhirnya kita tetapkan tersangka tunggal,” kata Bagoes.
Baca Juga: Baliho Puan Maharani Bertebaran di Malang, PDIP: Kami tak Punya Waktu Memikirkan Hal Remeh
Ia melanjutkan, seluruh dana bantuan dalam Program Keluarga Harapan, dipakai tersangka untuk kepentingan pribadi.
Total kerugian negara yang dilakukan tersangka ini mencapai Rp 450 juta. Tersangka menjabat sebagai pendamping sosial PKH Kabupaten Malang sejak tanggal 12 September 2016 sampai 10 Mei 2021.
Dimana kasus penggelapan dana bantuan PKH terhadap 37 orang penerima manfaat PKH ada tahun anggaran 2017 hingga tahun 2020.
"Cara tersangka menggelapkan dana tersebut pertama tidak memberikan KKS pada KPM yang sudah meninggal dunia atau pindah tempat. Serta melakukan penarikan terhadap sebagian dana PKH milik KPM,” papar Bagoes.
Atas perbuatannya, tersangka melanggar peraturan direktur jenderal perlindungan dan jaminan sosial nomer 02/3/KP/.05.03/10/2020 tentang kode etik SDM PKH. Pelaku juga dijerat pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 sub pasal 8 UU nomer 20 tahun 2001 atas perubahan UU nomer 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
“Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama seumur hidup atau 20 tahun penjara dan denda paling banyak 1 miliar rupiah,” Bagoes mengakhiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
BRI InFrame 2026 Resmi Dibuka, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan
-
BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% untuk Pengunjung Pestapora 2026
-
BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio
-
BRIZZI ARKIV Ajak Anak Muda Jelajahi dan Bawa Pulang Karya Lokal