SuaraMalang.id - Sejak beberapa hari terakhir isu demontrasi terkait PPKM menggema di media sosial yang disebut-sebut bakal diikuti oleh mahasiswa.
Terkait isu demontsrasi itu, mantan politikus Partai Demokrat dan pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean, juga mengomentari isu tersebut. Ia mengatakan mahasiswa yang ikut demo di masa pandemi Covid-19 tersebut susah diatur lantaran mendapat hasutan dari kadrun.
Ferdinand menilai, mahasiswa seharusnya lebih mengikuti dan percaya terhadap ilmu pengetahuan, bukan memilih menuruti provokasi yang tidak jelas tujuannya.
"Mahasiswa mestinya terpelajar dan akan lebih mengikuti ilmu pengetahuan daripada lebih mengikuti hasutan apalagi hasutan bermodal perasaan dan keyakinan-keyakinan yang tak jelas," ujar Ferdinand dalam kicauan di akun media sosial Twitter pribadinya, Sabtu (24/07/2021).
"Untuk apa jadi mahasiswa kalau abai terhadap sains dan lebih percaya takhyul? Memang susah diatur kalau sudah teracuni qadrun..!!,” imbuhnya.
Adapun dalam cuitan tersebut, Ferdinad mengomentari sebuah artikel bertajuk 'Satgas Covid-19 IDI Minta Masyarakat Tidak Gelar Unjuk Rasa yang Memicu Kerumunan dan Klaster Baru'.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban meminta masyarakat DKI Jakarta tidak menggelar unjuk rasa yang memicu kerumunan dan klaster baru.
Di sisi lain, sejak beberapa hari terakhir masyarakat Indonesia digegerkan dengan seruan aksi ‘Jokowi End Game’. Kabarnya, aksi tersebut akan digelar dalam bentuk longmarch dari Glodok menuju ke Istana Negara.
Baca Juga: Ferdinand Sebut Massa Demo Antek Khilafah, Netizen: Cari Kambing Hitam Terus
Tag
Berita Terkait
-
Ferdinand Sebut Massa Demo Antek Khilafah, Netizen: Cari Kambing Hitam Terus
-
Polisi Pastikan Ojol dan Semua Ormas Tak Ikut Demonstrasi PPKM di Istana Negara
-
Pandji Pragiwaksono Sindir Jokowi, Ferdinand: Bocah Ngga Ada Guna
-
Driver Gojek Pilih Narik Cari Nafkah Daripada Ikut Demo PPKM
-
Ferdinand Bahas Surga, Publik: Belajarlah Agama dengan Benar Biar Tak Berisik
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Hutan Mangrove Malang Selatan Dibidik Masuk Bursa Karbon: Warga Lokal Bakal Cuan?
-
Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga
-
Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir
-
Bangun Fondasi Ekonomi dari Desa, BRI Optimalkan BRILink Agen untuk Dukung Koperasi Merah Putih
-
Dari Pesisir Malang Menembus Bursa Karbon Dunia: Hutan Mangrove CMC Siap Menjaring 'Cuan Biru'