Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 07 Juli 2021 | 10:22 WIB
Ilustrasi Lockdown. Sejumlah Pedagang Positif Covid-19, Pasar Banyuwangi 'Lockdown'. (Shutterstock)

SuaraMalang.id - Pasar Banyuwangi lockdown alias ditutup sementara waktu, lantaran sejumlah pedagang setempat diketahui positif Covid-19 pasca tes swab antigen, Selasa (6/7/2021).

Terungkap ada tiga warga pedagang yang hasil tesnya menunjukkan terpapar Virus Corona. Satgas setempat memutuskan melakukan langkah antisipasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie mengatakan, pihaknya bakal melakukan sterilisasi pasar.

“Pasar akan ditutup sejak pagi, kemudian dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan,” katanya dikutip dari beritajatim.com -- jejaring suara.com.

Sementara, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, terungkapnya kasus penyebaran Covid-19 di Pasar Banyuwangi itu bermula dari kegiatan operasi pendisiplinan PPKM darurat dengan mengerahkan Tim Covid Hunter. Ada sekitar 25 warga yang berhasil terjaring dalam operasi tersebut dan langsung dites swab antigen.

“Hasilnya ada 3 warga mereka diminta untuk isolasi mandiri. Tim puskesmas langsung bergerak ke alamat yang bersangkutan. Mereka tidak dibawa ke tempat isolasi terpusat di Licin karena masih dilakukan swab antigen. Mereka yang ke Licin adalah yang memang hasil PCR-nya positif,” ujarnya. 

Perlu diketahui, sebanyak 20 kabupaten/kota yang berstatus zona merah, yakni Kabupaten Banyuwangi, Ngawi, Malang, Bangkalan, Lamongan, Sampang, Pamekasan, Sidoarjo, Magetan, Ponorogo, Situbondo, Nganjuk, Lumajang, dan Bondowoso. Kemudian Kota Probolinggo, Madiun, Mojokerto, Malang, Kediri, dan Kota Batu.

Anggota Satuan Tugas Kuratif COVID-19 Jawa Timur dr. Makhyan Jibril mengatakan, masyarakat Jatim harus menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat secara total. Tujuannya tidak lain demi menekan laju penularan virus yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir ini.

"Pesan saya 'Satu M', yaitu manuto atau berarti patuhi," kata dokter yang sekarang melanjutkan pendidikan spesialisasi di bidang kardiologi dan pembuluh darah di Universitas Airlangga tersebut.

Baca Juga: Kades di Banyuwangi Tagih Janji Motor Baru Dianggap Melukai Hati Nurani

Load More