Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Senin, 28 Juni 2021 | 09:30 WIB
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Antara)

"Model seperti saat awal-awal Covid-19. Di mana-mana ada tempat cuci tangan," ujarnya.

Pihaknya sengaja mendorong itu, karena Unit Gawat Darurat (UGD) yang penuh dengan pasien. Bahkan, hingga saat ini ada 12 bed pasien stagnan di UGD atau tak bisa gerak menunggu hasil swab PCR.

Di lain sisi, tenaga medis di rumah sakit daerah ini juga sudah mulai kewalahan. "Apalagi tenaga perawat sudah ada yang konfirmasi, (perawat di RSUD Koesnadi). Karena itu kita kemarin merekrut 20 tenaga tambahan," ujarnya.

Ia mengakui bahwa lonjakan kasus di Kota Tape ini bagian imbas dari kejadian di berbagai kota. Belum lagi, ini bagian dari dampak masyarakat lengah. Karena memang di Bondowoso pernah turun drastis di Maret dan April.

Baca Juga: Covid-19 Meledak di Bondowoso, 75 Warga Terpapar Virus dalam Sehari

"Sampai hari puasa itu sepi, pasien itu sepi. Meledaknya ini seminggu setelah hari raya," tuturnya.

Terkait jumlah ruang isolasi sendiri, kata Yus, di RSUD Koesnadi ada 125 bed, dan telah terpakai sekitar 60 persen.

Load More