Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 17 Juni 2021 | 21:42 WIB
ilustrasi. Suporter Arema, Aremania, termasuk yang mengenakan kostum unik khas Singo Edan, di ajang Piala Presiden 2019. [ANTARA FOTO/Risky Andrianto]

Dia pun menyebut, dualisme Arema sudah selesai. Sebab, dua Arema yang ada saat ini berbeda manajemen dan tim.

"Di 2011-2014 bisa dibilang manajemen karena sama klaim PT Arema Indonesia. Tapi sejak Arema FC menyatakan diri dia PT AABBI (Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia) sudah tidak lagi dualisme. Dualisme terjadi jika dalam satu lembaga dua kepemimpinan," urainya.

Kontributor : Bob Bimantara Leander

Baca Juga: Gilang Widya Pramana Ingin Beli Arema Indonesia Demi Akhiri Dualisme

Load More