SuaraMalang.id - Berdasar skenario terburuk potensi tsunami 29 meter, sebagian besar wilayah pesisir Selatan Kabupaten Malang dipastikan relatif aman. Namun, ada satu desa yang dianggap rawan, yakni Desa Tambakrejo, Kecamaran Sumbermanjing Wetan.
"Jadi di sana ada jalur sungai yang langsung bermuara ke laut itu yang merupakan tolnya (akses masuk air) Tsunami. Dan ini juga berlaku dengan pantai yang landai (tidak ada tebing) kemungkinan dampaknya juga besar," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Kabupaten Malang, Ma'muri, Sabtu (5/6/2021).
Alhasil, kata dia, tsunami dengan tinggi tersebut kemungkinan akan meluap ke sungai dan berdampak pada kawasan permukiman warga.
"Maka ketika lewat sungai di pantai itu bisa bermuara lebih jauh. Mungkin (tinggi gelombang) bisa sampai 20 meter," sambungnya.
Meski demikian, lanjut dia, warga diimbau tidak panik, lantaran analisis potensi bencana penting digunakan sebagai acuan mitigasi bencana.
BMKG bakal melakukan sosialisasi di Desa Tambakrejo, dalam waktu dekat. Sebab, edukasi juga sangat penting untuk memberikan pemahaman kebencanaan kepada masyarakat.
"Ini kan yang perlu pendidikan mitigasinya. Jadi untuk mitigasi masih terus melakukan sosialisasi. Kami mencoba untuk mengedukasi masyarakat untuk melek bencana karena tinggal di daerah rawan," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, heboh pernyataan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam pemaparan mitigasi bencana gempa dan tsunami di Jawa Timur melalui virtual. Bahwa skenario terburuk potensi bencana adalah gempa magnitudo 8,7 dan tsunami 29 meter terjadi di wilayah selatan Jawa Timur.
Hal itu dibenarkan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Kabupaten Malang, Ma'muri.
Baca Juga: Masuk Zona Rawan Tsunami, Warga Kabupaten Blitar Diimbau Menyiapkan Tas Siaga Bencana
"Itu (tsunami) adalah kemungkinan terburuk ketika semua energi gempa itu dilepas secara serentak," ujarnya.
Meski demikian, lanjut dia, mayoritas wilayah selatan Kabupaten Malang diyakini aman dari tsunami. Sebab, kondisi geografis wilayah pantai di selatan Kabupaten Malang didominasi tebing.
"Jadi lebih cenderung aman. Namun demikian ada juga yang dekat sungai itu yang mungkin ada dampaknya jika ada tsunami," imbuhnya.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin