Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 05 Mei 2021 | 19:59 WIB
Ilustrasi virus varian baru COVID-19 asal Kongo Afrika Selatan di Mojokerto Jawa Timur. (Unsplash/CDC)

SuaraMalang.id - Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) mendeteksi adanya varian baru COVID-19 asal Kongo Afrika Selatan masuk ke wilayahnya. Virus tersebut merupakan strain mutasi Virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan, varian baru COVID-19 itu terdeteksi dari sekelompok WNI yang sempat melakukan perjalanan dinas ke Afrika Selatan. Salah satunya warga berdomisili di Kabupaten Mojokerto.

“Ada sekelompok WNI yang melalukan perjalanan luar negeri, dan salah satunya ditemukan telah terjangkit COVID-19 dengan strain mutasi baru, yakni mutasi Kongo. Yang bersangkutan merupakan warga Kabupaten Mojokerto dan telah kami tracing dan periksa semua orang yang berkontak erat, hasilnya hanya yang bersangkutan saja yang terinfeksi,” katanya dikutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Rabu (5/5/2021).

Ia melanjutkan, warga Mojokerto yang terpapar varian baru itu tidak bergejala atau OTG (Orang Tanpa Gejala).

Butuh waktu cukup lama untuk memastikan adanya paparan virus varian baru Kongo Afrika Selatan itu. Terutama saat melakukan pemeriksaan sequencing ( whole genome sequencing) untuk mengetahui keberadaan strain mutasai.

“Kasus ini telah diketahui sejak Februari lalu bahwa ada sekelompok WNI yang baru saja tiba dari Kongo, segera kami lakukan pemeriksaan sequence dan hasilnya baru keluar pada April kemarin, dan temukan satu yang terpapar mutasi baru,” sambungnya.

Agar mencegah masuk dan menyebarnya varian baru COVID-19 itu, pihaknya saat ini telah melakukan pemeriksaan rangkap di setiap akses masuk negara, seperti bandara dan pelabuhan.

"Meski selama ini peraturannya harus menyertakan hasil PCR negatif yang berlaku untuk 3×24 jam, tapi sekarang kami akan tetap menerapkan tes PCR ulang disetiap pintu kedatangan," ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Pemudik Nakal, Titik Penyekatan di Seluruh Jatim Aktif Besok

Load More