SuaraMalang.id - Peristiwa yang nyaris menelan korban jiwa ini menjadi pelajaran serius bagi setiap orang. Lantaran asyik membuat konten untuk aplikasi Tiktok di pinggir rel kereta api, seorang bocah di Banyuwangi nyaris tersambar Kereta Api (KA) Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi.
Beruntung bocah berinisial DKP yang masih berusia 14 tahun asal Desa/Kecamatan Rogojampi berhasil diselamatkan berkat tindakan cepat dari temannya.
Peristiwa ini bermula saat DKP sedang menyusuri perlintasan kereta api pada pagi hari bersama teman-temannya. Sembari bermain ponsel, dia duduk-duduk di sebuah jembatan dan berbincang. Namun, DKP tibaa-tiba menjauh dari teman-temannya untuk merekam suasana sekitar jembatan perlintasan kereta api. Diperkirakan, dia sedang membuat konten untuk aplikasi TikTok.
Saat bersamaan, dari kejauhan nampak KA Pandanwangi. Beberapa kali masinis membunyikan klakson berulang-ulang, namun DKP tak menggubris. Pun peringatan dari temannya juga diabaikan.
Melihat kejadian itu, teman-temannya langsung bertindak tegas. Dengan refleks yang cepat, tangan DKP ditarik paksa temannya hingga mereka terjatuh keluar dari perlintasan kereta api. Tak berselang lama, KA Probowangi pun melintas dengan kencang tepat di depan mata kedua bocah tersebut.
"Tangan bocah itu ditarik temannya hingga terguling ke sisi kanan rel kereta api dan terselamatkan dari sambaran kereta," kata kepala dusun setempat Slamet Prihatika seperti dilansir Times Indonesia-jaringan Suara.com pada Senin (26/4/2021).
Dia mengemukakan, bocah tersebut sedang merekam video untuk dijadikan konten media sosial. Sementara sejumlah saksi mata juga mengatakan, bocah tersebut terlihat sendiri saat di perlintasan kereta api. Sedangkan teman-teman Defa lainnya, berada agak jauh dari lokasinya merekam video.
"Anaknya tidak mengaku jika membuat video. Namun bilangannya hanya main-main saja. Semuanya sudah diberikan pengarahan oleh pihak stasiun Rogojampi dan kepolisian setempat. Orangtuanya juga dipanggil," katanya.
Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Rogojampi Ipda Suharto mengimbau orang tua agar memberikan pemahaman kepada anaknya supaya tidak bermain-main di perlintasan kereta api atau sekitarnya.
Baca Juga: Viral Detik-detik Pemotor Terobos Palang, Jatuh dan Nyaris Tersambar Kereta
"Langkah kami memanggil orang tua, Kepala Dusun untuk dilakukan pembinaan yang disaksikan oleh Kepala Stasiun," jelas Ipda Suharto.
Sementara itu, Plh Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika menegaskan sesuai dengan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menjelaskan ruang manfaat jalur KA diperuntukan bagi pengoperasian KA dan merupakan daerah tertutup untuk umum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
Terkini
-
Waspada Perang Sarung di Kota Malang Saat Ramadan, Ini Daerah Paling Rawan versi Polisi
-
Jadwal Buka Puasa Malang Sabtu 21 Februari 2026, Lengkap dengan Menu Berbuka Terbaik
-
6 Fakta Kasus Penipuan Jual Beli Popok di Lawang Malang Viral, Puluhan Korban Rugi hingga Rp 5 M
-
Jadwal Buka Puasa Malang Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026
-
Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali, Status Siaga!