SuaraMalang.id - Gus Mus atau KH Ahmad Mustofa Bisri meminta Ensiklopedia NU (Nahdlatul Ulama) untuk segera ditarik, lantaran buku berisi sejarah NU yang disusun Tim PBNU itu dinilainya perlu direvisi.
Pernyataan itu disampaikan Gus Mus di media sosial Instagram resmi PBNU, persisnya pada kolom komentar unggahan foto saat Mendikbud RI Nadiem Makarim, melakukan kunjungan ke kantor PBNU, Kamis (22/4/2021).
Kunjungan Menteri Nadiem itu untuk meminta maaf soal kirsuh banyak tokoh nasional yang tidak masuk dalam Kamus Sejarah Indonesia, terutama KH Hasyim Asyari.
"Ensiklopedia NU bikinan Tim PBNU, juga sangat perlu direvisi dengan teliti. Dan bila perlu yang sudah beredar ditarik. Karena banyak sekali kesalahannya," tulis pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang tersebut, dikutip, Jumat (23/4/2021).
Sementara itu, Direktur NU Online, Savic Ali, selaku penyusun Ensiklopedia NU tersebut mengaku, kritikan tersebut sudah pernah dilayangkan oleh Gus Mus sebelumnya.
"Gus (Mus) sudah pernah menyampaikan soal-soal itu ke saya dan kawan-kawan dulu udah lama. Belum (revisi). Belum cetak lagi. Tapi sudah ada inventaris lema-lema yang belum masuk," ujarnya dikutip dari Timesindonesia.co.id jariangan Suara.com, Jumat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Nestapa Perajin Tempe Sanan Malang: Terjepit Harga Kedelai Dunia Terpaksa Sunat Ukuran 1 Cm
-
Menanti Asa di Arjowinangun: Babak Baru Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Malang
-
Panggilan Telepon Penyelamat: Siasat Bejat Pria di Malang Jerat Remaja 14 Tahun dengan Uang 50 Ribu
-
Peta Kekuatan Baru di Kota Malang: Pemilih Perempuan Mendominasi, Ribuan Gen Z Mulai Punya Suara
-
Lebih dari Sekadar Madrasah: Rahasia MAN 2 Malang Cetak Puluhan Siswa Tembus Kampus Top Dunia