SuaraMalang.id - Seorang pria WNA asal Bangladesh, Moyen Uddin (29) diduga memalsukan dokumen kependudukan. Sebab, terungkap mengantongi e-KTP dan KK sebagai warga Dusun Karang Anom, RT 01 RW 08, Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.
Terungkapnya itu bermula dari laporan warga yang curiga dengan ciri fisik Moyen Uddin yang bertubuh besar dan bahasa serta perilakunya tidak umum.
Kasi Tikim (Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Jember, Mochammad Erfan mengatakan, terkait adanya dugaan WNA yang kemudian memalsukan dokumen, pihaknya langsung melakukan pengecekan.
Namun demikian, Erfan menegaskan, pihaknya hanya melakukan pengecekan dugaan sebagai WNA.
"Saat kita cek muncul atas nama yang bersangkutan Moyen Uddin asal Bangladesh. Tapi terkait Kitas (Kartu Identitas) kita tidak tahu siapa yang mengeluarkan. Karena bisa keluar di bandara, atau mungkin di kantor Imigrasi lain," katanya, dikonfirmasi SuaraMalang.ID, Jumat (19/3/2021).
Maka, lanjut dia, tentang dugaan pemalsuan dokumen tersebut, menjadi kewenangan Dispendukcapil.
"Bukan wilayah kami. Sehingga kami sarankan, jika ada pemalsuan adminduk, koordinasi dengan Dispendukcapil, dan juga lapor polisi. Karena itu pemalsuan data dan ada pidananya," kata Erfan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (18/3/2021).
Ia menambahkan, bahwa Moyen Uddin belum melakukan pengajuan perpanjangan data atau juga izin tinggal.
"Matinya (dokumen perizinan) sejak tahun 2019 lalu. Untuk data orang asing tersebut, kita belum ada pengajuan perpanjangan data sekalipun. Artinya data tersebut belum pernah masuk ke imigrasi," ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Sopir Ngantuk, Truk Muat Gabah Seruduk Dua Rumah Warga Jember
Disinggung kemungkinan keteledoran dari pihak Kantor Imigrasi, khususnya perihal Tim Pora (Pengawasan Orang Asing) yang tidak maksimal, Ia menjawab diplomatis.
"kita kurang personel. Artinya kita harus mengawasi di 4 kabupaten/kota. Yang jumlah personel kita cuma 60 orang. 60 orang itu pun masih terbagi lagi. Gak mungkin kita mengawasi satu persatu," jelasnya.
Kontributor : Adi Permana
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera
-
Solusi Payroll Terintegrasi Dari QLola by BRI Untuk Bisnis Modern
-
Sinergi Tanpa APBD: Babak Baru Transformasi Pasar Induk Gadang Malang
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata