SuaraMalang.id - Meskipun sama-sama ikhlas, namun sikap keluarga dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jawa Timur, yang tewas dalam diklat anggota UKM Pencak Silat Pagar Nusa berbeda.
Keduanya hadir di Mapolres Kota Batu, Sabtu (13/03/2021). Ada cerita haru dalam kedatangan keluarga dua mahasiswa ini. Ibunda korban Faisal, Siti Nurhamimah, misalnya. Ia menyampaikan rasa ikhlasnya atas kepergian putranya, Moch. Faisal Lathiful Fakhri.
Menurut dia, sejak kecil anaknya itu memang sangat menggemari seni bela diri. Oleh sebab itu dia merelakan kepergian putranya sebagai jalan takdir yang harus dijalaninya.
"Saya beserta keluarga berusaha untuk ikhlas karena memang ini sudah menjadi jalan takdir anak saya. Sejak kecil memang beladiri ini menjadi pilihan anak saya. Semoga anak saya husnul khotimah dan ditempatkan di surga," katanya, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com.
Baca Juga: Satu Mahasiswa Tewas Dalam Diklat UKM Pagar Nusa UIN Malang Asal Bandung
Berbeda dengan keluarga korban Miftah Rizki Pratama. Paman Miftah, Muhammad Syarif, mengatakan keluarga akan menerima kepergian keponakannya sebagai takdir Tuhan asal ditunjukkan bukti visum et repertrum oleh pihak Satreskrim Polres Batu.
"Kami menerima kepergian ananda kami sebagai qodarulloh atau takdir Tuhan, tapi kami ingin fakta yang meyakinkan jika kematian beliau memang takdir," katanya Syarif.
Oleh sebab itu keluarga Miftah memberikan waktu kepada Polres Batu melanjutkan penyidikan. Oleh sebab itu, Polres Batu akan melanjutkan penyelidikan kasus tersebut.
Syarif mengatakan, karena dokter yang melakukan visum sedang di luar kota dan belum membubuhkan tanda tangan maka hasilnya belum bisa diberikan.
"Hasil visum seperti disampaikan bapak kasat tadi, belum berani diberikan kepada kami sebab belum ada tanda tangan dokter yang melakukan visum," ujar pria asal Bandung ini.
Sementara itu, Meiry Nur Vita ibunda Miftah mengatakan sangat terpukul dengan kepergian putera pertamanya itu.
Baca Juga: Mahasiswa UIN Malang Meninggal, Panitia Diklat UKM Pagar Nusa Diduga Lalai
"Terakhir kami bertemu bulan Juli tahun lalu, dia ingin pulang sebenarnya, namun karena pandemi tertunda. Anak saya berjanji sebelum puasa akan pulang, tapi kenyataannya saya tidak lagi bisa bertemu dia," kata Meiry.
Berita Terkait
-
Picu 'Bencana' di Malang, Ini Aturan Penerbangan Balon Udara dan Sanksi Bagi yang Melanggar
-
7 Tempat Wisata di Malang, Liburan Seru Sambil Menikmati Udara Sejuk
-
Liburan Anti Bosan di Malang Skyland: Panduan Lengkap Harga Tiket dan Aktivitas
-
BRI Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Ribuan Sembako Disalurkan & Pemudik Dimudahkan
-
Demi Mengabdi, Mahasiswa Rantau AM UM Tak Pulang Kampung saat Lebaran!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Warga Senang, Desa Wunut Bagikan THR dan Hadirkan Program Perlindungan Sosial
-
Habbie, UMKM Telon Aromatik Terbaik Siap Ekspansi Pasar Global Bersama BRI
-
4 Wisata di Kawasan Cangar Ditutup Usai Longsor yang Hempaskan 2 Mobil
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi