SuaraMalang.id - Sejumlah tiga orang masih sekeluarga di Situbondo Jawa Timur ditetapkan tersangka, lantaran terbukti melakukan human trafficking (perdagangan manusia). Mereka menggeluti bisnis esek-esek sebagai mucikari.
Mirisnya lagi, ketiga tersangka ini mempekerjakan perempuan di bawah umur atau masih anak-anak. Lokasi jasa prostitusi dilakukan di eks lokalisasi Gunung Sampan, Situbondo.
Kasus tersebut, Polres Situbondo baru menahan satu orang tersangka, pria berinisial SM (49). Polisi menangkap tersangka di rumahnya, Desa Kotakan, Kecamatan Kota Situbondo.
KBO Reskrim Polres Situbondo, Iptu Gede Sukarmadiya mengatakan, telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan human trafficking anak di bawah umur. Para tersangka, lanjut dia, masih satu keluarga, yaitu SM dan istrinya ST serta anaknya NT. Mereka sempat ditahan polisi namun ditangguhkan karena sakit.
“Tersangka SM kita cabut penangguhannya dan kembali ditahan untuk melanjutkan proses hukumnya,” katanya, dikutip dari jatimnet.com media jejaring suara.com, Jumat (12/3/2021).
Dalam waktu dekat, masih kata dia, perkara tersebut akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk diadili.
“Kami akan berkoordinasi dengan kejaksaan untuk pelimpahan tahap kedua. Penyidik PPA juga akan berkoordinasi perbaikan berkas karena salah satu tersangka meninggal,” imbuhnya.
Perlu diketahui, Polres Situbondo membongkar praktik human trafficking di eks lokalisasi Gunung Sampan, Desa Kotakan, Kecamatan kota Situbondo, pada Juli 2019 silam.
Dari hasil penggerebekan di salah satu wisma, polisi mengamankan 12 PSK. Lima dari 12 PSK asal Bandung Jawa Barat diketahui masih berstatus anak di bawah umur. Rinciannya, dua orang berusia 14 tahun dan tiga orang berusia 17 tahun.
Baca Juga: Jual Anak Dibawah Umur di Solo Sebagai PSK, Segini Bayaran Mucikari
Terbongkarnya kasus perdagangan anak di bawah umur bermula dari laporan pihak keluarga korban ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Setelah melakukan penelusuran anak-anak tersebut ternyata berada di eks lokalisasi Gunung Sampan. Mereka dibawa dari Bandung menggunakan minibus dan dijanjikan bekerja di kafe.
Polres Situbondo telah menetapkan tiga orang tersangka yang masih satu keluarga, yaitu SM (mucikari), SB yang tak lain istri SM serta anaknya yaitu NT. Tersangka SM dan istrinya sempat kabur dan berhasil ditangkap Polisi di tempat persembunyiannya di Kabupaten Blitar. Saat itu SM mengaku bukan kabur melainkan berobat ke luar kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi
-
Misi Arema FC Putus Tren Imbang: Siapkan Formula Jinakkan Playmaker Anyar Bhayangkara FC
-
Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia
-
Berawal Kenalan di TikTok, Mahasiswi UM Diduga Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan Senior di Kos
-
Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara