SuaraMalang.id - Terungkap penyebab Sungai Bedadung meluap hingga menyebabkan banjir parah di Kabupaten Jember. Lantaran kondisi hulu Sungai Bedadung sedang kritis.
Hal itu diungkap Pakar Lingkungan dan Pertanian, Universitas Jember (Unej) Dr Luh Putu Ayu Suciati. Dijelaskannya, bahwa kondisi kritis itu ada di tutupan lahan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Penyebab banjir beberapa waktu lalu karena tutupan lahan di hulu DAS Bedadung terus berkurang, sedangkan masyarakat di tengah dan hilir kurang menyadari pentingnya peran dan fungsi sungai," katanya, dikutip dari ANTARA, Jumat (5/2/2021).
Bahkan, lanjut dia, problem DAS Bedadung di Kabupaten Jember itu cukup kompleks. Maka, menurutnya, perlu semua pihak berperan menyelamatkan lingkungan agar tidak terulang lagi bencana banjir di kemudian hari.
"Tutupan lahan di hulu DAS Bedadung semakin berkurang, yakni hanya 16,25 persen berdasarkan citra satelit tahun 2018, padahal idealnya 30 persen sesuai dengan UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan," urainya.
Ia menambahkan, berdasar beberapa penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas Jember, menyatakan bahwa terjadi erosi di kawasan hulu DAS Bedadung. Kemudian ada perubahan fungsi lahan hutan di tiga kecamatan di hulu sungai, yakni Kecamatan Jelbuk, Sumberjambe, dan Panti yang sebagian berada di kawasan lereng Pegunungan Hyang Argopuro.
Pola pertanian masyarakat, masih kata dia, khususnya di kawasan hulu DAS Bedadung juga memiliki peran. Sebab, pola pertanian ladang berpindah dengan tanaman seperti jagung dan padi, tidak mampu menahan resapan air. Terutama saat intensitas hujan tinggi, tidak ada tanaman keras yang bisa menahan air.
"Erosinya cukup tinggi dan ditambah lagi karakteristik tanah di sana berupa lempungan yang tidak bisa menyerap air, sehingga air langsung mengalir ke arah permukiman penduduk," kata Ketua Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian (PSDAP) dan Alam Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Jember ini.
Pada Desember 2020 lalu sebenarnya telah diadakan diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Perhutani, Dinas Kehutanan dan pihak terkait lainnya. Dikusi itu bertujuan mengidentifikasi dan mencari solusi persoalan DAS Bedadung dari hulu, tengah, dan hilir. Maka tercetus solusi pola wanatani atau agroforestry.
Baca Juga: Wabup Jember Terpilih Gus Firjaun Turun Tangan Geger Masjid Digembok
Pola pertanian itu merupakan bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek, seperti tanaman pertanian yang tetap menjaga kelestarian hutan.
"Tipologi di hulu DAS Bedadung tanahnya berbukit-bukit dan bergelombang, serta tanahnya berupa lempung yang tidak bisa menyerap air. Jika tidak dibarengi agroforestry yang baik maka potensi banjir dan longsor cukup tinggi," urainya.
Pasca banjir parah, Jumat pekan lalu (29/1/2021), Ia berharap seluruh pihak terkait serius berkolaborasi melakukan pembenahan dan pengelolaan DAS Bedadung
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang luapan Sungai Bedadung menerjang Kabupaten Jember, pada Jumat (29/1/2021) menyebabkan 411 kepala keluarga (KK) tersebar di 13 desa/kelurahan berada di tujuh kecamatan terdampak bencana banjir.
Tercatat ada 77 rumah rusak dengan rincian 27 rumah rusak berat, 42 rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan, serta lima fasilitas umum terdampak.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Lirik Vulgar Berujung Polisi: Yakuza Maneges Pastikan Icha Chellow & Mala Agatha Tak Ada Kata Damai
-
Pasar Turen Mencekam: Saat Gunungan Sampah Berubah Jadi Petaka Membara
-
BRI Dorong UMKM Kuliner "It's Me Time" Asal Jawa Timur Raih Kesuksesan di Pasar Ekspor
-
50 Bundel Dokumen dan Misteri Perubahan Merek: Proyek Ambulans Malang Dibidik Jaksa
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak, Nikmati Promo Kredit Kendaraan Berbunga Spesial