SuaraMalang.id - Kelelahan ialah kondisi yang sebenarnya umum dialami oleh banyak orang. Namun demikian, belakangan banyak orang mengeluhkan rasa kelelahan beberapa saat operasi.
Banyak kemudian dari mereka yang menyimpulkan bahwa hal itu ialah efek samping dari vaksinasi Covid-19. Lantas, benarkah?
Seperti dilansir dari Times of India, imunisasi bekerja dengan cara 'menipu' tubuh. Ketika sistem disuntik dengan strain virus yang hidup atau yang dimodifikasi, ia memulai reaksi inflamasi tertentu dan mulai menyiapkan antibodi.
Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan efek samping beberapa di antaranya termasuk demam, menggigil, nyeri di tempat suntikan, mual dan dalam beberapa kasus, kelelahan dan kelelahan.
Sekarang, meski sebagian besar efek samping biasanya ringan dan sementara, itu terjadi setelah Anda mendapatkan dua dosis lengkap. Beberapa, seperti mual dan kelelahan juga bisa terjadi, tetapi kemungkinan yang sama tidak umum.
Kelelahan jarang memiliki alasan yang tidak berhubungan dengan penyakit tertentu.
Biasanya, capek dan kelelahan disebabkan oleh masalah seperti sistem kekebalan yang terlalu aktif atau terlalu sibuk, penyebab gaya hidup, stres yang ekstrim.
Dalam kasus infeksi virus dan bakteri tertentu, kelelahan juga bisa disebabkan oleh penyebaran cepat kuman penyebab infeksi ke sel-sel vital tubuh.
Dalam kasus vaksinasi, ketika tubuh dengan sengaja terinfeksi kuman, kelelahan dan kantuk dianggap sebagai respons peradangan yang bersifat rutin.
Baca Juga: Usai Disuntik Vaksin Sinovac, Tito Karnavian: Saya Tak Merasakan Apa-apa
Di antara mereka yang melaporkan kelelahan setelah vaksinasi mengeluh merasa lesu dan ingin mengambil cuti sakit setelah suntikan. Dalam kasus ekstrim, seorang pekerja medis pingsan setelah mendapat suntikan Pfizer.
Namun, karena ini tidak biasa dan perasaan tidak nyaman, kantuk atau kelelahan bisa membingungkan.
Karena kelelahan, sebagai gejala juga merupakan sesuatu yang juga dapat menyulitkan seseorang untuk melanjutkan harinya setelah vaksinasi, orang sekarang khawatir bahwa gejala tersebut hanya akan meningkatkan tingkat keraguan vaksin.
Ingatlah bahwa perasaan lelah tidak perlu dikaitkan dengan vaksin.
Kelelahan, sebagai gejala, juga dapat dikaitkan dengan obesitas, kekurangan zat, kelelahan, pemulihan dari suatu penyakit, atau hanya stres secara umum.
Jika Anda mengalami gejala lain setelah mendapat suntikan vaksin, seperti demam atau kedinginan, kelelahan mungkin terkait dengan gejala tidak menyenangkan yang terkait dengan vaksin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Wisatawan Asal Malang Hilang Terseret Ombak di Pantai Sine, Aksi Penyelamatan Berujung Pencarian
-
CEK FAKTA: Viral Link Pendaftaran CPNS Kementerian Pertanian 2026, Benarkah?
-
Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Malang Dipadati 105 Ribu Jamaah
-
CEK FAKTA: Pesawat AS Dibajak saat Badai Salju, Benarkah NATO Murka?
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League