SuaraMalang.id - Balai Kota Malang ditutup untuk sementara waktu, mulai Jumat (18/12/2020). Penutupan dilakukan lantaran akan ada proses sterilisasi penanganan Covid-19.
Wali Kota Malang Sutiaji, mengatakan, selain balai kota, gedung DPRD Kota Malang juga ditutup sementara. Langkah itu dilakukan sebagai salah satu upaya meminimalisasi penyebaran virus, khususnya di lingkungan perkantoran. Selama ditutup, seluruh pegawai atau ASN (Aparatur Sipil Negara) diperintahkan untuk work from home (WFH).
“Balai kota kami tutup untuk besok sterilisasi. Di dewan kami juga lakukan itu. Nanti (proses sterilisasi) bergelombang,” katanya, Kamis (18/12/2020).
Ia melanjutkan, selain balai kota dan gedung dewan, seluruh gedung perkantoran milik Pemkot Malang juga akan disterilisasi.
“Terus - menerus akan kami lakukan penutupan sementara untuk sterilisasi. Kami tidak ingin ada klaster (penularan virus) di perkantoran. Dan kami ingin memberikan contoh, kantor pemerintah kita ini sudah steril," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data laporan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Malang, kasus konfirmasi positif bertambah 85 kasus, per 17 Desember 2020. Total ada 3.010 kasus positif, sejak pandemi Covid-19 merebak Maret silam.
Kekinian, tercatat sejumlah 2.480 pasien diantaranya telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 283 pasien meninggal dunia. Lonjakan kasus tersebut membuat Kota Malang kembali berstatus zona merah atau penularan berisiko tinggi.
Tag
Berita Terkait
-
Persiapan Gereja Katedral Jakarta Jelang Natal 2025
-
Demi Makanan Bergizi Aman, BGN Dorong Sterilisasi dan Penggunaan Air Galon di SPPG
-
Jakarta Targetkan 21 Ribu Ekor Hewan Penular Rabies Disterilisasi di 2025
-
Ketua DPRD Kota Malang Prihatin Banyak Korban Luka saat Demo Tolak RUU TNI: Nyawa Tak Bisa Diganti!
-
Aksi Tolak RUU TNI Meluas, Gedung DPRD Kota Malang Terbakar
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab
-
Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan
-
Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM