- Mantan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar, dicekal otoritas Arab Saudi saat hendak berangkat umrah di Bandara Soekarno-Hatta.
- KJRI Riyadh gagal melobi pihak keamanan Arab Saudi karena mereka tetap menolak pencabutan larangan masuk dengan alasan faktor keamanan.
- Kiai Marzuqi menduga pencekalan tersebut akibat laporan tendensius pihak tertentu, namun ia memilih pulang ke Malang untuk mengajar santri.
SuaraMalang.id - Kabar mengejutkan datang dari mantan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut mendadak dicekal oleh otoritas Arab Saudi tepat saat hendak melangkahkan kaki ke dalam kabin pesawat untuk menunaikan ibadah umrah bersama keluarganya di Bandara Soekarno-Hatta.
Peristiwa janggal ini akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Malang tersebut melalui akun Instagram resminya, Ngaos_Abah.
Kiai Marzuqi menuturkan, dirinya dipanggil petugas secara tiba-tiba sesaat sebelum lepas landas. Ironisnya, pencekalan tersebut hanya menyasar dirinya seorang, sementara istri dan anak-anaknya tetap diizinkan melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Padahal, seluruh dokumen administratif seperti paspor dan visa Arab Saudi miliknya berstatus lengkap tanpa masalah.
Baca Juga:Misi Arema FC Putus Tren Imbang: Siapkan Formula Jinakkan Playmaker Anyar Bhayangkara FC
"Saya nggak jadi umrah. Sudah akan naik pesawat, tahu-tahu dipanggil, nggak boleh masuk Saudi. Yang mengeluarkan pernyataan itu pihak Saudi sendiri," ungkap Kiai Marzuqi dalam video resminya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Pencekalan mendadak ini sempat memicu respons cepat dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Riyadh. Upaya diplomasi dan lobi dilakukan ke pihak keamanan Arab Saudi (Presidency of State Security/PSS). Namun, otoritas setempat tetap menolak mencabut larangan masuk tersebut dengan dalih faktor keamanan.
Merespons keputusan sepihak itu, Kiai Marzuqi menduga ada skenario deliberately (sengaja) yang dirancang oleh pihak tertentu yang membencinya dengan cara memberikan laporan tendensius ke intelijen Arab Saudi.
"Ada kemungkinan faktor keamanan. Tapi ada kemungkinan juga orang yang nggak suka sama saya memberikan masukan, request ke pihak sana. Supaya fulan-fulan ini nggak boleh masuk Saudi," sindir Kiai Marzuqi tajam.
Tanpa memperpanjang perdebatan di bandara, kiai karismatik ini memilih legawa dan langsung bertolak kembali ke kediamannya di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, untuk kembali mengajar para santri.
Baca Juga:Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia
Meski menerima pembatalan sepihak tersebut dengan lapang dada, Kiai Marzuqi melontarkan pesan menohok yang ditengarai menyentil pihak-pihak di balik penjegalan dirinya.
"Meskipun Tanah Suci belum dapat kita kunjungi sementara ini, tetap ada banyak jalan meraih syafaat Rasulullah SAW. Di pesantren, masih banyak santri menanti ilmu dan amanah yang harus dijalankan," tuturnya.
"Dan kalau kebetulan orang-orang ini lagi berkuasa, suatu saat kekuasaannya juga akan hilang. Nggak akan selamanya," tegas mantan Ketua PWNU Jatim periode 2018–2023 tersebut.