- PT KAI Daop 8 Surabaya merencanakan perombakan kawasan Stasiun Malang pada akhir tahun 2026 mendatang.
- Lonjakan penumpang harian yang mencapai 7.600 orang menjadi alasan utama penataan ulang kawasan stasiun tersebut.
- Pengembangan kawasan mencakup perluasan parkir, jalur pedestrian, dan ruang UMKM guna meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.
SuaraMalang.id - Stasiun Malang bukan sekadar titik pemberhentian kereta api, ia adalah pintu gerbang emosional bagi ribuan pelancong yang merindukan udara sejuk Bumi Arema.
Seiring dengan makin padatnya arus manusia yang keluar-masuk, stasiun bersejarah ini bersiap melakukan lompatan besar.
Pada akhir 2026 mendatang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya berencana menyulap kawasan ini menjadi lebih dari sekadar terminal keberangkatan.
Bukan tanpa alasan perombakan ini dilakukan. Bayangkan saja, saat musim libur nasional tiba, stasiun ini seolah menjadi lautan manusia.
Baca Juga:Angkot Malang Naik Kelas: Kini Ber-GPS, Siap Jemput Pelajar Gratis Bulan Ini
Data mencatat, rata-rata 7.600 penumpang memadati peron setiap harinya. Angka ini bahkan melampaui puncak kunjungan akhir pekan yang biasanya bertengger di angka 7.500 orang.
“Stasiun Malang memiliki peran vital dalam mobilitas masyarakat. Kami menyiapkan pengembangan kawasan yang mencakup kantong parkir yang lebih luas, jalur pedestrian yang nyaman, hingga ruang khusus bagi pelaku UMKM,” ungkap Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Selasa (25/8/2026).
Rencana besar ini bukan sekadar menambah luas bangunan. KAI mengusung konsep integrasi yang memanjakan pengguna jasa.
Keluhan klasik soal sulitnya mencari parkir atau semrawutnya akses pejalan kaki akan dijawab dengan penataan ulang yang lebih modern dan representatif.
Bagi para pelancong, kehadiran ruang UMKM di dalam kawasan stasiun akan menjadi daya tarik tersendiri. Ini adalah upaya KAI untuk menghidupkan ekonomi lokal, menjadikan stasiun sebagai etalase produk unggulan Malang, mulai dari keripik apel hingga kerajinan khas, sebelum penumpang melompat ke atas gerbong menuju kota tujuan.
Baca Juga:Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka
Strategi jangka panjang ini digarap dengan penuh kehati-hatian. Mahendro menegaskan bahwa seluruh konsep, mulai dari aspek teknis hingga keamanan, sedang dikaji secara mendalam.
Tak sendirian, KAI juga menggandeng pemangku kepentingan setempat agar wajah baru Stasiun Malang ini selaras dengan tata kota.
“Pengembangan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan pertumbuhan layanan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan,” tambah Mahendro. (ANTARA)