- Kebakaran melanda dua belas hektare hutan jati di Gunung Geger, Kabupaten Malang, pada Jumat siang, 14 Agustus 2026.
- Tim gabungan berhasil memadamkan api dengan cepat dan melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api susulan.
- Insiden tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan mengancam pemukiman, tetapi dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
SuaraMalang.id - Kepulan asap pekat mendadak membubung tinggi dari rimbunnya hutan jati di kawasan Gunung Geger, Desa Sumberejo, Kabupaten Malang, Jumat (14/8/2026) siang.
Teriknya matahari beradu dengan lidah api yang dengan cepat menjalar, melahap hamparan rumput kering dan dedaunan jati di Petak GHI milik Perhutani. Hanya dalam waktu singkat, kawasan hijau seluas 12 hektare itu berubah menjadi hamparan abu.
Kepanikan sempat melanda pengguna jalan yang melintasi jalur Gunung Geger sekitar pukul 13.30 WIB. Khawatir api merembet ke pemukiman dan membahayakan pengendara, warga segera menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.
Merespons laporan tersebut, Tim Respons Cepat (TRC) BPBD bak berpacu dengan waktu. Hanya butuh 10 menit bagi petugas untuk mencapai titik api. Namun, medan yang kering dan angin yang berhembus kencang membuat tantangan pemadaman menjadi tidak mudah.
Baca Juga:Microsleep Sang Sopir Pikap Menghentikan Langkah Kecil Bocah Asal Malang Selamanya
"Lokasi yang terdampak berada di Petak GHI, luasnya diperkirakan mencapai 12 hektare. Vegetasi yang terbakar mulai dari rumput kering, semak-semak, hingga guguran daun jati yang mudah sekali tersulut api," ungkap Sadono Irawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang.
Amukan Si Jago Merah ini tidak hanya mengancam ekosistem hutan, tetapi juga sempat melumpuhkan urat nadi transportasi di sekitar kawasan Gunung Geger. Kepulan asap yang menutupi pandangan serta kerumunan kendaraan membuat arus lalu lintas tersendat.
Beruntung, sinergi antara BPBD, Damkar Kabupaten Malang, Polsek Pagak, Koramil, hingga petugas Perhutani membuahkan hasil. Dengan dukungan suplai air yang memadai dari armada Damkar, api yang semula garang perlahan berhasil dijinakkan.
Meski api utama sudah padam, petugas tidak mau kecolongan. Hingga sore hari, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan proses pembasahan atau cooling down.
Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada bara tersembunyi di bawah tumpukan daun jati yang bisa memicu kebakaran susulan.
Baca Juga:Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Setelah penanganan intensif, saat ini lalu lintas sudah kembali normal dan api benar-benar telah padam," pungkas Sadono. (ANTARA)