"Arema di mata sponsor sebenarnya masih seksi, masih menjual lah karena basis klub dengan suporter juga besar. Lalu jargon Arema tidak kemana-kemana tapi ada dimana-mana, membuat target market sponsor tidak hanya terfokus di Malang atau bahkan Jatim. Tapi dimana-mana," jelasnya.
Namun, ia juga tidak memungkiri bahwa beberapa sponsor meminta agar Arema FC kembali ke Jawa Timur, khususnya ke Stadion Kanjuruhan, karena hal ini berpengaruh pada kegiatan ground activity yang menjadi keuntungan bagi sponsor.
"Tapi ya yang direquest mereka adalah bagaimana caranya homebase di Jatim, syukur bisa balik ke Stadion Kanjuruhan lagi karena memang ada beberapa ground activity yang perlu kita lakukan bersama sponsor. Misalnya Goes to school, Goes to Campus. Tapi sebelumnya, ketika kami di Bali, ya sponsor memaklumi karena kami juga memberikan benefit lain sebagai bagian dari Plan A, B, atau C," pungkas Munif.
Dengan upaya yang dilakukan oleh manajemen dan dukungan dari para sponsor, Arema FC diharapkan bisa bangkit dan meraih prestasi yang lebih baik di musim 2024/2025.
Kontributor : Elizabeth Yati