SuaraMalang.id - Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Indonesia, baru-baru ini berbicara tentang topik yang tak terduga di media sosial.
Dalam konten terbaru Bayu Skak, Prabowo terlibat dalam pembicaraan tentang anime One Piece, sebuah fenomena global yang telah mengambil alih dunia.
Pembicaraan ini dimulai ketika Bayu Skak menanyakan pendapat Prabowo tentang One Piece, anime yang belakangan ini menjadi trending topic.
“Bapak tahu One Piece nggak?” tanya Bayu Skak, seperti dilansir dari Instagram @moektito, Selasa (8/8/2023).
Baca Juga:Selasa Sore, Prabowo dan Habib Luthfi Datangi Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta
Pada awalnya, Prabowo tampak ragu, mengaku bahwa dia tidak terlalu mengikuti seri yang diadaptasi dari manga karya Eiichiro Oda ini.
Namun, penjelasan Bayu Skak tentang kreativitas dan kehebatan One Piece membuat Prabowo penasaran.
Menteri Pertahanan ini bahkan berharap bahwa ada generasi muda di Indonesia yang mampu menciptakan karya serupa.
“Ada nggak anak-anak di Indonesia bisa bikin begitu?” tanya Prabowo dengan penuh antusiasme.
Bayu Skak kemudian menjelaskan bahwa generasi muda Indonesia memang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang mirip dengan One Piece, tetapi masalahnya terletak pada Intelectual Property (IP).
Baca Juga:Arief Poyuono: Anies, Prabowo, dan Ganjar Lagi Cari Energi Pangeran Diponegoro
“Banyak pak, tapi kita selama ini hanya menjadi tukang, dalam artian sumber daya manusia kita banyak tapi kita tidak bisa membikin Intelectual Property (IP) sendiri, sehingga kita hanya menjadi tukang,” jelas Bayu Skak.
Komentar ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh industri kreatif di Indonesia, di mana sumber daya manusia yang melimpah belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan IP yang unik dan otentik.
Pembicaraan ini telah menarik perhatian banyak penggemar anime dan juga mereka yang tertarik dengan perkembangan industri kreatif di Indonesia.
Respons Prabowo Subianto terhadap anime One Piece dan harapannya untuk industri kreatif lokal menunjukkan sebuah perspektif menarik dari seorang pemimpin negara terhadap budaya pop global dan potensi kreatif bangsa.
Kontributor : Elizabeth Yati