SuaraMalang.id - Selebgram berumur 19 tahun, Oklin Fia, menjadi pusat perhatian baru-baru ini setelah akun Instagramnya menghilang, menyusul kontroversi yang muncul dari kontennya.
Oklin Fia dikritik pedas oleh netizen karena membuat konten menjilat es krim di depan kemaluan pria, sebuah tindakan yang dianggap sebagian orang sebagai tindakan yang kurang pantas.
Meskipun kontennya telah dikecam, Oklin belum meminta maaf atau melakukan klarifikasi atas tindakannya tersebut.
Bahkan, sebuah akun Instagram dengan username @/oklinfia69 yang diduga milik Oklin Fia kembali muncul dan memicu perdebatan lebih lanjut.
Baca Juga:Non Islam Aja Tahu, Oklin Fia Kebingungan saat Ditanya Tujuan Berhijab oleh Dokter Richard Lee
Akun tersebut hanya memiliki satu unggahan dengan pesan yang cukup provokatif: "Jangan pada sok paling suci deh. Kan cuma konten apa salahnya?" tulis akun tersebut, menantang netizen yang mengkritiknya.
Tidak hanya itu, di Instagram Story, akun ini juga menanggapi klaim penistaan agama dengan mengatakan, "Mau saya makan es krim dengan gaya gimana pun itu hak saya, kalian siapa si jangan sok ngatur-ngatur dah apa lagi bilang penistaan agama. Mata kau penistaan agama."
Namun, ada yang meragukan keaslian akun ini, dengan beberapa netizen menyebutkan bahwa ini adalah akun kloning yang mencoba menyamar sebagai Oklin Fia.
Mereka menyerukan agar akun tersebut dilaporkan dan tidak diberi perhatian lebih lanjut.
Sebuah akun gosip terkenal, @/lambe__danu, bahkan ikut membagikan unggahan ini, yang menambah spekulasi dan perdebatan tentang apakah ini adalah akun asli dari Oklin atau hanya akun palsu yang mencoba memancing kontroversi lebih lanjut.
Baca Juga:Refal Hady Ngamuk Oklin Fia Makin Menjadi-jadi Bikin Konten Vulgar Pakai Hijab: Titisan Dajjal!
Sampai saat ini, Oklin Fia belum memberikan pernyataan resmi mengenai akun Instagram misterius ini atau tanggapannya terhadap kontroversi yang terus berkembang.
Publik pun menunggu klarifikasi dan tindakan lebih lanjut dari selebgram ini dalam menghadapi kritik yang semakin meningkat.
Kontributor : Elizabeth Yati