SuaraMalang.id - Dalam upayanya membantu mantan pemain bola nasional yang mengalami masalah finansial, Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, mengambil langkah besar dengan membuka usaha franchise ayam goreng bagi Kurnia Meiga, mantan kiper Timnas Indonesia dan Arema FC.
Erick Thohir menunjukkan niat baiknya dengan membuka franchise Magu-magu Chicken, sebuah brand ayam goreng krispi asal Yogyakarta, untuk Kurnia Meiga. Rencananya, bisnis tersebut akan mulai beroperasi pada akhir Juli 2023.
"Saya pernah bertemu dengan Meiga dan istrinya, Azhiera Adzka Fathir, dan sejak awal, saya menawarkan kesempatan kepada mereka untuk menjadi pengusaha, meski tentu memerlukan pembelajaran," kata Erick Thohir saat berbicara di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, dikutip hari Jumat (7/7/2023).
Menurut Thohir, langkah pertama yang paling mudah adalah belajar dari Jenny, pemilik franchise Magu-Magu Chicken, yang telah berhasil membuka 5000 outlet.
"Ini adalah produk yang sudah memiliki kisah sukses," ujarnya.
Thohir menambahkan, "Alhamdulillah, sekarang saya bisa membantu. Ada kesepakatan antara Meiga dan keluarganya, serta Bu Jenny, pemilik franchise Magu-Magu Chicken. Semoga usaha ini bisa segera beroperasi paling lambat pada akhir bulan ini."
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PSSI dalam membantu mantan pemain Timnas Indonesia yang sedang mengalami kesulitan.
PSSI juga telah mendirikan Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia yang dipimpin oleh Erick Thohir.
Sementara itu, Jenny mengungkapkan harapannya bahwa usaha ini bisa membantu mengatasi masalah finansial Kurnia Meiga.
Baca Juga:Laga Arema FC vs Persib Bandung Malam Ini, Berikut Link Live Streamingnya
Seperti diketahui, kiper Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 itu sempat viral beberapa waktu lalu karena mengalami kesulitan keuangan.
Meiga bahkan pernah menjual sepuluh medali yang pernah dia raih semasa bermain untuk Arema FC dan Timnas Indonesia untuk bertahan hidup.
"Mudah-mudahan, usaha ini tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga bisa membantu memecahkan masalah yang dialami masyarakat Indonesia," tutup Jenny.
Kontributor : Elizabeth Yati