Ahli Botani Jepang Jual Jamu Tradisional Indonesia

Di Jepang itu adanya obat China saja, obat China dan obat Jawa itu berbeda

Galih Priatmojo
Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:32 WIB
Ahli Botani Jepang Jual Jamu Tradisional Indonesia
Ahli botani dan ekologi tumbuhan asal Jepang Naofumi Nomura menjual jamu tradisional Indonesia. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

SuaraMalang.id -  Ahli botani dan ekologi tumbuhan asal Jepang Naofumi Nomura membuat dan menjual jamu tradisional Indonesia sejak 2014.

“Dulu saya belajar botani di Jepang dan saya belajar botani di hutan Indonesia, dari situ saya mulai tahu bahan-bahan jamu,” kata Naofumi saat ditemui di Fujisawa, Selasa.

Dia menuturkan tujuan membuat dan menjual jamu adalah untuk mengenalkan minuman herbal asal Indonesia itu sebagai alternatif obat tradisional.

“Di Jepang itu adanya obat China saja, obat China dan obat Jawa itu berbeda, jadi saya mau kasih tahu ke orang Jepang,” katanya.

Baca Juga:5 Fakta Menarik Anime Chainsaw Man yang Sudah Diputar di Jepang, Kapan Tayang di Indoensia?

Menurut Naofumi, jamu sangat berkhasiat untuk kesehatan, termasuk dalam mengobati penyakit.

Pria yang meraih gelar Ph.D dari Universitas Kyoto itu menuturkan bahwa saat ini orang-orang Jepang hidup di lingkungan yang lebih hangat daripada masa lampau karena perubahan cuaca dan pengaruh teknologi, seperti pendingin atau penghangat ruangan.

Karena itu, ia ingin membuat jamu dikenal di Jepang guna menjaga kesehatan masyarakat Jepang.

Jamu-jamu dengan merek “Tetes Manis” itu di antaranya kunyit asam, beras kencur, temulawak, pegagan, campuran dan jamu set.

Satu kemasan kantong (pouch) kecil jamu yang berisi 100 ml dibandrol mulai dari 650 yen (Rp70.000) hingga 800 yen (Rp85.000).

Baca Juga:Culture Shock, 3 Hal tentang Jepang Ini Bikin Heran Mahasiswa Asing

Dia mengaku berkomitmen tidak menggunakan bahan kering untuk membuat jamu, tetapi memakai bahan yang segar langsung diimpor dari Indonesia.

“Saya selalu menjaga resep tradisional jamu Indonesia, jadi saya tidak pakai bahan-bahan kering. Saya pakai jahe, temulawak yang segar,” kata pria yang sempat tinggal di Solo, Jawa Tengah, untuk mendalami jamu itu.

Naofumi juga mengaku selalu merasakan dan mengecek terlebih dahulu rasa dan kualitas jamu yang ia buat sebelum dijual.

Untuk cita rasa jamu, lanjut dia, lebih disesuaikan kepada selera orang Jepang pada umumnya yang lebih menyukai rasa manis.

“Karena saya orang Jepang, jamunya sedikit lebih manis daripada jamu Indonesia karena orang-orang Jepang terbiasa makanan camilan manis dan rasa manis ini bisa diterima oleh mereka,” katanya.

Ke depannya, Naofumi berharap bisa mendirikan pabrik jamu di Indonesia yang bisa mengekspor jamu ke Jepang.

Dia mengaku tidak tertarik untuk berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan jamu yang sudah tersohor di Indonesia karena mereka menggunakan bahan-bahan dan menjual jamu kering atau bubuk.

“Saya ingin membuat jamu yang segar, jadi di masa yang akan datang saya ingin mengenalkan jamu gendong ke orang-orang Jepang,” katanya.

Saat ini, Naofumi masih menjual produk jamu di sebuah toko di Tokyo dan belum berminat untuk menjual secara daring. [ANTARA]

Lifestyle

Terkini

Baca tulis Alquran yang biasanya masuk dalam pendidikan Agama Islam, kini bakal masuk dalam kurikulum lokal Sekolah yang berada di Kabupaten Jember

News | 17:47 WIB

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar di Kota Malang, Jawa Timur memastikan bahwa ruang perawatan untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 masih tersedia

News | 17:29 WIB

Satu pasien kasus leptospirosis atau penyakit kencing tikus ditemukan di Kota Batu Jawa Timur ( Jatim ). Satu kasus ini muncul sejak Januari hingga November 2022.

News | 16:44 WIB

Nahas nian menimpa Dewi Shinta, seorang ibu hamil asal Probolinggo Jawa Timur ( Jatim ). Ia menjadi korban pohon tumbang di daerah setempat.

News | 15:14 WIB

Tingginya jumlah gamers dan jumlah pendapatan ini menjadi indikasi bahwa industri esports memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia.

News | 15:00 WIB

Aksi begal sepeda motor terjadi di Kota Malang, Jawa Timur. Kali ini seorang perempuan menjadi korban usai membeli minuman di minimarket.

News | 14:33 WIB

Video penganiayaan yang dilakukan seorang pria kepada dua perempuan di Malang yang sempat viral beberapa waktu lalu akhirnya terungkap.

News | 16:15 WIB

Kabar terbaru terkait Covid-19 datang dari para petugas medis di Oxford Amerika Serikat. Ternyata, efek samping Covid-19 bisa membuat orang kejang-kejang dan epilepsi

News | 13:48 WIB

Ratusan Aremania mendatangi Kantor Pos Malang di Jalan Merdeka Selatan, Kota Malang, Kamis (17/11/2022).

News | 13:13 WIB

Sebanyak 50 Aremania bersama keluarga korban Tragedi Kanjuruhan berangkat ke Jakarta. Mereka berencana membuat laporan ke Bareskrim Polri.

News | 11:03 WIB

Kabar terkait update Tragedi Kanjuruhan Malang masih tetap ramai kemarin, Selasa (15/11/2022).

News | 08:17 WIB

Viral video penganiayaan pemuda ke cewek di Malang

News | 08:07 WIB

Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang masih terus menyuarakan tuntutan keadilan kepada kepolisian setempat atas tragedi yang menewaskan keluarga mereka.

News | 16:51 WIB

Seorang wisatawan mengeluh saat berwisata ke Taman Wisata Air Wendit di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

News | 12:54 WIB

Video mesum yang diduga diperankan oleh oleh siswi SMK di Sampang, Madura, Jawa Timur beredar di media sosial.

News | 09:38 WIB
Tampilkan lebih banyak