Tidak cukup sampai di situ, Atik kembali mendapat tawaran dari ADRN untuk membeli arisan. Nilainya bervariasi. Sesuai dengan nomor urut perolehan.
Uang Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta, kemudian Rp 35 juta menjadi Rp 45 juta. Atik sempat membeli dengan nilai Rp10 juta. Seminggu kemudian cair sebesar Rp 17 juta.
"Hanya sekali itu saja mendapat Rp 7 juta. Selebihnya tidak pernah. Uang yang sudah saya setor totalnya Rp 93 juta. Uang tersebut dibawa kabur oleh pelaku. Makanya, saya laporkan permasalahan itu ke polisi," ujar Atik sembari menunjukkan bukti transfer.
Atik mengungkapkan, bukan hanya dirinya yang tertipu. Tapi ada sejumlah warga lainnya. Jumlahnya juga bervariasi. Mulai puluhan hingga ratusan juta.
Baca Juga:Dalam Sehari Pendekar Silat Bikin Onar di Surabaya, Jombang sampai Kediri
"Teman saya ada yang tertipu Rp300 juta. Kalau ditotal kerugian semua korban bisa tembus Rp 3 miliar," pungkas warga Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, ini.