Menurut dia, akibat perjuangan melawan Belanda, Bung Karno menyadari banyak terjadi kerusakan material, mental, serta moral di kalangan masyarakat.
Dia mengatakan jika memperbaiki kerusakan mental dan moral yang sangat sukar itu telah dilakukan Bung Karno dan pendiri bangsa lainnya, mengapa sekarang generasi saat ini malah merusaknya dengan judi.
Basarah mengingatkan bahwa perjudian adalah salah satu “penumpang gelap” kemajuan teknologi komunikasi yang di dalamnya kelompok-kelompok tertentu menjadikanya sarana kampanye ideologi transnasional, liberalisme, dan fundamentalisme agama yang menyasar ke semua lapisan masyarakat.
‘’Semangat judi daring juga sama, yaitu sama menyusupkan virus malas berkarya dan malas bekerja. Karena dipromosikan lewat selebgram, popularitas artis, atau mendompleng acara olahraga, dalam banyak kasus mereka yang diamankan dalam kasus judi ini adalah pelaku dengan kisaran usia produktif,” ujarnya. [ANTARA]
Baca Juga:WOW! Satu Tempat Judi Setor Rp 40 Juta Per Minggu ke Jerry Raymond, Senggol Kapolda Jatim