Kekerasan Tewaskan Siswa di Jember dan Sidoarjo, Khofifah Instruksikan Bentuk Satgas Perlindungan di Sekolah

Khofifah menyebut, sebagai upaya pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, hal paling krusial yang harus dipahami sekolah adalah bentuk kekerasan serta dampaknya.

Eleonora PEW
Senin, 26 September 2022 | 11:55 WIB
Kekerasan Tewaskan Siswa di Jember dan Sidoarjo, Khofifah Instruksikan Bentuk Satgas Perlindungan di Sekolah
Ilustrasi kekerasan di lembaga pendidikan. (shutterstock)

Dalam pembentukan ini, kata Wahid, pihak yang terlibat menjadi keanggotannya adalah sekolah, orang tua siswa atau komite, dan siswa atau OSIS. Sementara bagi sekolah dengan boarding school yang ada di kawasan pesantren atau kawasan lainnya, perlu ditambahkan perwakilan dari pesantren atau pengelola Asrama.

Wahid berpesan, agar sekolah terus mengoptimalkan dan memperkuat ekstrakulikuler siswa. Menyalurkan dan memaksimalkan potensi, bakat dan minat siswa, sehingga peluang untuk melakukan kekerasan pada teman sebayanya tidak terjadi.

“Para guru juga harus menyusun pembelajaran yang terintegrasi dengan program anti kekerasan. Penguatan intrakurikuler dan kokurikuler juga harus diperkuat,” tandasnya.

Baca Juga:Viral Wanita di Pekanbaru Dianiaya Oknum Polwan, Kini Sudah DItetapkan Jadi Tersangka

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini