"Tadi tertunda eksekusi sebentar karena melakukan sterilisasi menggunakan APD. Jadi seluruh objek eksekusi kita semprot desinfektan, itu atas dasar pengadilan yg menyiapkan Satgas Covid-19. Baik untuk rumah B6 dan B7. Setelah disemprot baru boleh masuk jurusitanya," ujar Lardi.
Perlu diketahui bahwa kasus ini bermula dari sengketa harta gono gini antara mendiang dokter Hardi dan Valentina Linawati.
Jumlah obyek yang masuk harta bersama mencapai sekira 40 obyek dengan nilai ditaksir mencapai ratusan miliar. Dari total 40 obyek itu sudah 10 aset yang dilelang dan dieksekusi oleh PN Malang.
"Kurang lebih obyek 40-an ya tapi telah dijual kepada pihak ketiga jumlahnya belasan tanpa sepengetahuan kami padahal barang sudah kami sita," ujarnya.
"Kami minta pengadilan untuk menghitung kan aset yang telah dijual sama mereka itu sudah disita karena harta Gono gini. Jadi masih ada sekitar 15 obyek lagi dan akan segera kita lakukan langkah hukum," katanya.
Baca Juga:Heboh Citayam Fashion Week, Remaja di Malang Buat Acara Serupa Malah Begini