BNPT Ungkap Peran Perempuan Cegah Radikalisme dan Ekstrimisme

Paham radikal dan ekstremisme seringkali menjadi pemicu aksi terorisme yang melibatkan dan mengorbankan banyak orang.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Minggu, 24 Juli 2022 | 06:30 WIB
BNPT Ungkap Peran Perempuan Cegah Radikalisme dan Ekstrimisme
Ilustrasi terorisme, radikalisme dan ekstrimisme. [Envato elements]

“Kami berharap cara ini bisa mendorong masyarakat, khususnya perempuan untuk lebih bijaksana dalam memahami kondisi terkini dan fakta yang berkembang di lingkungan sekitar, sehingga dapat memberikan pemahaman kepada keluarga khusus anak dan juga lingkungan sekitar terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan ekstremisme,” kata I Gusti Agung Ngurah Sudarsana di Denpasar, Bali.

Berdasarkan evaluasi dari Center for Strategi and International Studies (CSIS) terdapat 61 kasus terorisme mulai tanggal 1 Januari sampai 31 Agustus 2020. Global Terorism Index 2020 mencatat lebih dari 96 persen kematian akibat terorisme pada tahun 2019 terjadi di negara-negara yang sudah mengalami konflik bersenjata.

BNPT sendiri melihat perempuan menjadi kelompok yang rentan dalam ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Selama masa Pandemi COVID-19, kelompok ekstremis memanfaatkan media sosial dan platform online lainnya untuk melakukan radikalisasi masyarakat.

Sementara itu, menurut penelitian Sara Mahmood di Indonesia dan Pakistan, terorisme tidak akan menjadi aspek yang merugikan secara sosial jika tidak berhubungan dengan kekerasan seksual.[Antara]

Baca Juga:Masyarakat Diminta Sebarkan Kebaikan Syiar Islam Lewat Medsos untuk Tangkal Radikalisme di Era 4.0

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini