"Dari pengembangan yang dilakukan oleh jajaran Keamanan dan Ketertiban (kamtib) bersama dengan jajaran Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) akhirnya DM dan AA mengaku bahwa memang handphone tersebut sengaja diselundupkan dalam kue tar untuk mengelabui petugas," urai Wahyu.
Warga binaan AR yang menjadi sasaran pengiriman dari barang terlarang tersebut juga dilakukan pemeriksaan. Ia pun tak mampu mengelak bahwa memang handphone tersebut sengaja dipesannya untuk digunakan di dalam Lapas.
"Berdasarkan keterangannya, AR memesan handphone tersebut kepada temannya dengan memanfaatkan layanan video call gratis yang ada di Lapas Banyuwangi," ungkapnya.
Wahyu pun mengatakan bahwa temuan tersebut juga dikoordinasikan dengan Satnarkoba Polresta Banyuwangi untuk dilakukan pengembangan, karena sasaran pengiriman merupakan warga binaan dengan kasus narkotika.
Baca Juga:Meringis Kesakitan, Bang Napi di Tahanan Banyuwangi Dilarikan ke Puskesmas Tapi Tak Tertolong
"Tadi Kanit Opsnal Reskoba Polresta Banyuwangi juga hadir langsung ke Lapas untuk melakukan pengembangan terkait dengan ada atau tidaknya indikasi transaksi barang terlarang," pungkas Wahyu.