facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ternyata Bukan Cuma Makanan Penyebab Berat Badan Naik Usai Lebaran, Hal Ini Juga Bisa

Muhammad Taufiq Jum'at, 06 Mei 2022 | 09:46 WIB

Ternyata Bukan Cuma Makanan Penyebab Berat Badan Naik Usai Lebaran, Hal Ini Juga Bisa
Ilustrasi Berat Badan. [pexels.com]

Sehabis Lebaran yang banyak dikeluhkan masyarakat adalah berat badan naik. Setelah sebulan lamanya berpuasa, Lebaran jadi momen melahap semua makanan.

SuaraMalang.id - Sehabis Lebaran yang banyak dikeluhkan masyarakat adalah berat badan naik. Setelah sebulan lamanya berpuasa, Lebaran jadi momen melahap semua makanan.

Padahal, dampak setelah itu cukup beresiko bagi kesehatan. Konsumsi makanan berlemak, berkalori tinggi dan gula berlebihan berkontribusi pada meningkatnya berat badan orang-orang.

Mengonsumsi makanan itu, menurut Health Claim Senior Manager Sequis, dr Yosef Fransiscus, jika sudah berdampak pada berat badan maka akan sulit turun.

Saat berlebaran, sebagian orang mungkin tidak lepas dari opor ayam, gulai rendang, dan ketupat serta berbagai hidangan khas hari raya. Pun sewaktu Ramadhan, dapat ditemui mereka yang berbuka puasa dengan menyantap makanan berminyak, banyak mengandung tepung, dan minuman manis.

Baca Juga: Selama Lebaran 2022 Tidak Ada Penambahan Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran

"Mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis. Misalnya saja, tubuh membutuhkan sekitar 2000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan Lebaran," ujar Yosef melalui keterangan persnya, dikutip Kamis.

Makanan mengandung gula dalam santapan Lebaran, seperti kue kering yang dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga menjadi pencetus kenaikan berat badan hingga obesitas terjadi lebih cepat, sehingga berisiko mudah terserang penyakit diabetes.

Menurut Yosef, selain makanan tinggi kalori dan gula, penyebab berat badan naik dengan cepat juga akibat karena kurang tidur dan beraktivitas fisik. Sebagian orang khususnya mudik ke kampung halaman juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai.

"Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga durasi dan porsi makan bisa lebih banyak dari biasanya," tutur Yosef.

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga menyebabkan tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar. Kelebihan kalori dalam tubuh jika tidak habis terbakar akan menjadi timbunan lemak dan berat badan akan melonjak naik.

Baca Juga: The Best 5 Oto: Nismo Produksi Mobil Listrik Nissan, Britania Raya Jaring Knalpot Berisik, Persiapan Arus Balik Lebaran

Menurut Yosef, memberikan tubuh makanan lezat bukan masalah tapi sebaiknya tidak terlalu cepat saat menyantapnya agar bisa menikmati makanan tersebut dan tubuh tidak tergesa-gesa memproses makanan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait