Rentetan pertumpahan darah itu terjadi di tengah kekerasan yang meningkat pascaserangan oleh kalangan penduduk Arab di Israel.
Pasukan Israel telah meningkatkan kewaspadaan setelah tiga anggota kelompok minoritas Arab Israel serta dua warga Palestina dari Tepi Barat melancarkan serangan sejak akhir Maret hingga menewaskan 14 orang di Israel.
Sejak Januari, lebih dari 20 warga Palestina, yang sebagian besar adalah gerilyawan bersenjata, tewas di tangan pasukan Israel.
Di sisi lain, Palestina melaporkan ada peningkatan kekerasan oleh penduduk Israel di Tepi Barat.
Baca Juga:Palestina Desak PBB Hentikan Aksi Israel di Yerusalem Timur
Peningkatan ketegangan itu, menurut pejabat tinggi Palestina Hussein al-Sheikh, dipicu oleh tindakan Israel yang memperluas permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, yang diinginkan Palestina untuk mendirikan negara.
Selain itu, kunjungan oleh kalangan warga Israel yang beraliran kanan-jauh ke kompleks masjid Al Aqsa juga menjadi penyebab peningkatan ketegangan.
Pasukan Israel telah meningkatkan penyergapan di dan sekitar Kota Jenin di Tepi Barat sebagai upaya untuk membendung aksi-aksi, yang disebut Perdana Menteri Israel Naftali Bennett sebagai "gelombang baru terorisme".
Sumber: Reuters
Baca Juga:Presiden Zelensky Ingin Ukraina Jadi 'Israel Besar', Warga Sipil Dipersenjatai