"Kalau menu makanan ini dari donatur semua. Ada ya warga Penanggungan, ya dari Matos atau Hotel dekat sini. Ada juga dari jamaah kami meskipun lokasi rumahnya tidak dekat dengan masjid. Mereka senantiasa berdonasi menu buka di sini. Menunya ya terserah donatur," ujarnya.
Selama makan menu buka buasa itu, jamaah bebas untuk makan di mana saja. Beberapa nampak membawa pulang atau keluar masjid. Beberapa ada yang di masjid.
"Ya kami kan jamaahnya di sini kebanyakan pekerja kan dekat mal atau mahasiswa kan dekat sini UB dan UM atau ojol biasanya. Jadi biasanya ada yang dibawa pulang ada yang makan di sini," kata dia.
Salah satu jamaah sekaligus mahasiswa UM, Fuad Alfarizi mengaku, selain salat magrib, dia memang sengaja berbuka di masjid Ibnu Sina karena kebersihan makanannya terjamin.
Baca Juga:Desa Kendalpayak Malang Krisis Air Bersih, 90 Keluarga Terdampak
"Kan pandemi Covid-19 ini kan ya menjaga makanan mas kebersihannya. Kalau di masjid ini terjaga pasti kebersihannya. Ini saya dapat ayam tepung," tutur dia.
Dia juga menjelaskan, dia diajak ketiga temannya untuk salat berjamaah di masjid dekat kampusnya itu. Alasanya karena memang Fuad ingin makanan berbuka secara gratis.
"Iya kebetulan saya kos di sini. Jadi lumayan hemat kalau berbuka di sini," tutupnya.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Baca Juga:Wali Kota Malang Janjikan Bantuan Rp 3 Juta untuk Warga Terdampak Longsor