Budi Setiyadi menganalisa, hasil evaluasi yang sudah dilakukan menunjukkan angka mobilitas yang cukup tinggi jika menggunakan Pelabuhan Jangkar.
Sebanyak 90 persen kendaraan logistik di Jawa Timur berasal dari Surabaya. Sedangkan 10 persen sisanya berasal dari kawasan Banyuwangi, Situbondo dan Jember.
"Jadi mungkin barangkali yang 10 persen, untuk logistik menggunakan yang dari Ketapang- Gilimanuk, tapi yang 90 persen bisa menggunakan dari Jangkar," katanya.
Kendati demikian, Budi Setiyadi mengaku belum bisa memastikan apakah penyebrangan dari Pelabuhan Ketapang-Lembar ditutup atau tidak. Namun, jika seluruh kapal yang saat ini beroperasi dipindahkan maka memungkinkan penutupan terjadi.
Baca Juga:Mau Takziah Malah Lihat Pantat Orang Tak Kelihatan Kepalanya, Ternyata Mayat Orang Tewas Tenggelam
"Tapi saya masih belum putuskan, bisa kita pindahkan semuanya, ditutup atau mungkin sebagian kita pindahkan ke sana. Karena masih ada demand-nya 10 persen tadi," kata Budi Setiyadi menegaskan.