Jika di total, terdapat 5 sekolah ataupun perguruan tinggi yang telah menjadi klaster pendidikan di awal 2022 ini. Tentunya, klaster tersebut mengalahkan klaster lain yang juga muncul di Kota Malang, yakni klaster kondangan, klaster perkantoran, klaster tahlilan dan klaster keluarga.
"Kami masih belum merekap jumlahnya (kasus klaster pendidikan di Kota Malang). Namun memang terbanyak di pendidikan, lalu ada keluarga dan tempat kerja," tandasnya.
Sebagai informasi, saat ini Kota Malang telah masuk pada peringkat kedua dengan penambahan kasus Covid-19 terbanyak se Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Pada update terakhir di tanggal 3 Februari 2022 kemarin, kasus positif Covid-19 di Kota Malang bertambah sebanyak 162 kasus dalam sehari saja.
Apalagi, disebutkan Husnul, Kota Malang juga telah mencatat empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 jenis Omicron. Catatan tersebut, memang berbeda dengan Dinkes Jawa Timur yang telah mencatat ada 22 kasus Omicron di Kota Malang.
Baca Juga:Grafik Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Melonjak Tiga Kali Lipat Setelah Libur Perayaan Imlek
"Kalau yang 4 itu sudah sembuh semua. Kalau yang 22 kami masih koordinasi kagi. Jika ada, maka akan kami cek ulang. Biasanya riwayat mereka, karena perjalanan," pungkasnya terkait lonjakan kasus Covid-19 di Kota Malang yang banyak terjadi dari klaster pendidikan.