Viral Pria Ngemil Anak Tikus Sambil Dicelup Kopi, Warganet: Penyakit Makin Nambah

Yang menarik perhatian, di dekat lepek tersebut terdapat beberapa ekor anak tikus yang masih berwarna pink.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Selasa, 25 Januari 2022 | 11:04 WIB
Viral Pria Ngemil Anak Tikus Sambil Dicelup Kopi, Warganet: Penyakit Makin Nambah
Viral Pria Ngemil Anak Tikus Sambil Dicelup Kopi, Warganet: Penyakit Makin Nambah. [Instagram/@terangmedia]

SuaraMalang.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memakan beberapa ekor anak tikus, viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @terangmedia.

Dalam video terlihat seorang pria mengenakan kaos putih dan topi orange sedang duduk di sebuah warung. Di depannya terdapat kopi yang sudah dituang ke dalam lepek.

Yang menarik perhatian, di dekat lepek tersebut terdapat beberapa ekor anak tikus yang masih berwarna pink.

Tak disangka, anak tikus itu kemudian dicelup ke kopi dan langsung dimasukkan ke dalam mulut pria tersebut. Pria itu pun terlihat langsung menelan anak tikus tersebut.

Baca Juga:Marahi Kucing Jalanan Soal Barter Makanan dengan Tikus, Wanita Ini Kaget Dibawakan Kejutan Lauk Tak Terduga

Bahkan dia memperlihatkan saat anak tikus tersebut langsung ditelan dalam mulut.

Unggahan tersebut pun langsung banjir komentar dari warganet.

"Katanya obat asma ya. Asma ilang penyakit lain muncul pak," ujar @dwi***

"Tikus adalah vektor untuk penyakit pes, demam gigitan tikus, leptospirosis, hantavirus, trichinosis, penyakit kuning infeksius, dermatitis tungau tikus, salmonellosis, demam paru-paru, dan tipus," kata @dana***

"Itu Anak Hamster apa Tikus? Nie gila dimakan mentah gituh," ucap @iffah***

Baca Juga:15 Hektare Lahan Sawah Diserang Hama Tikus, Warga Kabupaten Agam Gagal Panen

"Penyakit makin nambah bukan sehat," ujar @muke***

"Cindil cocol kopi," kata @maliq***

"Padahal gada khasiatnya sama sekali, cuma mitos," timpal @fb***

"Definisi b*g*," ucap @steve***

"Apa itu biar apa," tanya @reza***

"Mudahan penyakit asma nya lekas sembuh om," ujar @rasya***

Sebagai informasi, dalam tradisi Jawa, memakan anak tikus dikenal dengan sebutan'Nguntal Cindil'.

Tradisi makan bayi tikus tersebut sudah sejak dulu dilakukan oleh orang-orang di Jawa.

Mereka percaya dengan mengonsumsi bayi tikus tersebut bisa membuat tubuh menjadi berstamina hingga meningkatkan gairah seksual. Namun, cara memakannya berbeda dengan tradisi yang dilakukan oleh China.

Masyarakat Jawa menyantapnya dengan menaruh bayi tikus di telapak tangan, dipegang ekornya kemudian tanpa campuran apapun bayi tikus itu langsung dimasukkan ke dalam mulut dan ditelan atau dimakan tanpa dikunyah. Kemudian diberi dorongan agar masuk ke dalam tubuh dengan meneguk air.

Siapa sangka, tradisi nguntal cindil itu juga dilakukan oleh Pakubuwono XII, Seorang Raja Kasunanan Surakarta pada tahun 1945 - 2004. Hal tersebut diketahui dari sebuah video dokumenter karya IGP Wiranegara yang berjudul "Pakubuwono XII: Sunan Amardika".

Kontributor : Fisca Tanjung

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak