alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Begini Gejala-gejala Penyakit Jantung yang Sering Dikira Maag

Muhammad Taufiq Minggu, 03 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Begini Gejala-gejala Penyakit Jantung yang Sering Dikira Maag
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Mencegah lebih baik dari mengobati. Ungkapan ini populer sekali untuk menjelaskan betapa pentingnya kesehatan bagi setiap orang.

SuaraMalang.id - Mencegah lebih baik dari mengobati. Ungkapan ini populer sekali untuk menjelaskan betapa pentingnya kesehatan bagi setiap orang.

Nah, bicara kesehatan, ada baiknya mengenali beberapa gejala penyakit lebih dulu agar bisa melakukan deteksi dini agar bisa tertangani dengan baik. Misalnya untuk penyakit jantung.

Seseorang yang merasakan nyeri dada sebaiknya waspada karena itu merupakan salah satu gejala penyakit jantung yang mungkin dianggap seperti penyakit biasa.

Mengutip dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Bambang Budiono, nyeri dada bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit jantung koroner (PJK). Nyeri dada akibat jantung yang khas atau angina pektoris stabil memiliki karakteristik yang bisa dibedakan dengan nyeri dada yang tidak disebabkan oleh penyakit jantung (non cardiac).

Baca Juga: Ternyata Stres Bisa Berpengaruh Terhadap Risiko Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya

Ciri khas nyeri dada angina pektoris dicetuskan oleh aktivitas fisik dan dapat reda dengan beristirahat. Nyeri juga terasa menjalar ke rahang, bahu atau lengan.

"Nyeri dada pada angina tidak memiliki lokasi spesifik, bisa di dada kiri atau kanan, sekitar lambung, bahkan bisa juga dirasakan di punggung sehingga tidak dapat ditentukan dengan telunjuk terkait lokasi bagian tubuh yang mengalami nyeri dada," ujar Bambang, Sabtu (2/10).

Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) ini menyampaikan, keluhan penyakit jantung koroner lain adalah dada terasa tertekan benda berat atau sesak bila beraktivitas, terutama pada penderita diabetes mellitus dan usia lanjut di mana sudah muncul neuropati atau gangguan fungsi pada sistem saraf, termasuk yang memberi sensasi rasa sakit.

Nyeri dada timbul akibat adanya gangguan keseimbangan suplai dan permintaan. Otot jantung yang kekurangan suplai oksigen akan mengalami metabolism anaerob yang menghasilkan asam laktat. Produksi asam laktat berlebih pada sel-sel otot jantung ini yang mencetuskan rasa nyeri dada.

Secara umum, angina dibagi menjadi angina stabil, angina tak stabil, dan angina khas infark. Angina pektoris stabil adalah suatu keadaan di mana tak ada perubahan dalam derajat, intensitas dan frekuensi nyeri dada dalam 4 minggu terakhir.

Baca Juga: 4 Kebiasaan yang Bisa Menjaga Jantung Tetap Sehat

Angina pectoris tak stabil terjadi jika terdapat peningkatan intensitas, durasi, dan frekuensi nyeri dada dalam kurun waktu empat minggu terakhir. Sementara ini, angina khas infark atau serangan jantung adalah nyeri dada hebat yang disertai keluarnya keringat dingin dan berlangsung terus menerus hingga lebih dari 20 menit.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait