alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kemuliaan Sholat Tahajud, Ini Bacaan Niat hingga Doa Setelah Tahajud

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 08 September 2021 | 21:51 WIB

Kemuliaan Sholat Tahajud, Ini Bacaan Niat hingga Doa Setelah Tahajud
ilustrasi sholat tahajud, salat tahajud, bacaan niat sholat tahajud. [Suara.com/Bernard Chaniago]

salat Tahajud adalah salat yang dikerjakan di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar.

SuaraMalang.id - Sholat Tahajud menduduki posisi kedua setelah salat wajib. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Shalat yang manakah yang paling utama setelah shalat wajib?" Rasulullah SAW menjawab, "Shalat Tahajud!" (HR Muslim).

Salah satu amalan salat sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim adalah Salat Tahajud di sepertiga malam. Anjuran Tahajud bahkan memiliki tempat sendiri dalam Alquran.

"Dan pada sebagian malam hari bershalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Al-Israa': 79).

Tahajud berarti bangun dari tidur. Dengan demikian, salat Tahajud adalah salat yang dikerjakan di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar.

Baca Juga: Ini Bacaan Doa Setelah Salat Tahajud

Ketenangan dan ketenteraman yang diperoleh oleh seseorang yang melakukan Tahajud memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sebab, dalam Tahajud terdapat dimensi zikir kepada Allah (mengingat Allah).

Ini sebagaimana firman Allah SWT, "(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram." (Ar-Ra'd: 28).

Lalu bagaimana tata cara melakukan salat tahajud? Sama dengan salat Sunnah pada umumnya. Untuk waktu pelaksanaannya, salat Tahajud lebih dianjurkan dilakukan setelah tidur.

Waktu Melakukan Sholat Tahajud

Salat tahajud dapat dilakukan di sepertiga malam, sepertiga malam sendiri terbagi menjadi tiga. Yaitu:

Baca Juga: Simak Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Sepertiga malam pertama
Sepertiga malam terhitung mulai dari jam 22.00 sampai pukul 00.00 dini hari.

Sepertiga malam kedua
Sepertiga malam kedua masuk pada pukul 00.00 sampai pukul 01.00 dini hari.

Sepertiga malam terakhir
Sedangkan sepertiga malam terakhir mulai pukul 01.00 sampai 03.00, atau secara mudahnya kita bisa melakukan salat tahajud dari setelah isya sampai sebelum subuh.

Bacaan Niat Sholat Tahajud

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'aalaa.

Artinya : Aku niat shalat sunat tahajjud dua raka'at karena Allah ta'ala. Allahu Akbar.

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

"Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqquw wannaaru haqquw wan-nabiyyuuna haqquw wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqquw wassaa’atu haqq."

"Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah."

Artinya:

"Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar."

"Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku kembali (bertaubat), kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (untuk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah."

Dzikir setelah Sholat Tahajud

Baca Istighfar
Baca tasbih (Subhanallah)
Baca Alhamdulillah
Baca Allahu Akbar
Baca Laa illaaha illallah
Baca sholawat nabi
Baca Surat Al-Ikhlas
Baca Surat Al-Falaq
Baca Surat An-Nas
Baca Al-Fatihah
Manfaat Sholat Tahajud bagi Kesehatan

Manfaat Salat tahajud, diantaranya adalah:

Menjaga kesehatan pernapasan
Meningkatkan kekebalan tubuh
Mencegah gagal ginjal
Mencegah penyakit jantung
Kemoterapi tanpa adanya efek samping
Mencegah hipertensi dan hipotensi 
Baca doa ini biar tidak galau dan risau

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Galau berarti kacau tidak keruan (pikiran). Sementara risau dalam KBBI berarti gelisah atau rusuh hati. Kegalauan dan kerisauan sekali waktu hinggap.

Nah, ada doa khusus bagi orang-orang seperti itu. Seperti diriwayatkan Ibnu Sinni sebagai berikut: "A‘dzu bi kalimtillhit tmmti min ghadhabih, wa ‘iqbih, wa syarri ‘ibdih, wa min hamaztis syaythni wa an yahdhurn."

Artinya, "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir."

Doa ini dapat dibaca ketika galau dan risau serta cemas menyergap di malam hari sehingga tidak bisa tidur. Doa ini pernah diajarkan oleh Rasulullah saw kepada sahabat Al-Walid Ibnul Walid:

"Diriwayatkan kepada kami di Kitab Ibnu Sinni dari Al-Walid Ibnul Walid ra., ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya merasa gelisah.’ ‘Bila kau naik ke tempat tidur, hendaklah berdoa, ‘A‘dzu bi kalimtillhit tmmti min ghadhabih, wa ‘iqbih, wa syarri ‘ibdih, wa min hamaztis syaythni wa an yahdhurn.’ Niscaya ia tidak membahayakanmu atau tidak mendekatimu,’" (HR Ibnu Sinni).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait