“Banyak sekali koleksi benda pusaka di Situbondo. Kami masih berencana membuat semacam museum agar para generasi muda tahu peninggalan leluhurnya,” tuturnya.
Senada dengan Sudi, kolektor benda pusaka lainnya, Karno Hari Susanto mengaku menjadi kolektor karena peninggalan benda pusaka yang diturunkan dari warisan keluarga.
Kini, Karno memiliki 100 benda pusaka yang sebagian besar benda pusaka tersebut merupakan warisan keluarga.
“Bapak dan kakek saya pejuang. Benda-benda pusaka ini sebagian besar saya dapat dari warisan keluarga. Tugas kita saat ini hanya merawat karena kita sudah tak bisa lagi membuat benda seperti ini,” katanya.
Baca Juga:Melihat Ritual Cuci Benda Pusaka di TMII
Diakuinya, penjamasan pusaka setiap Satu Suro merupakan bagian ritual untuk merawat agar benda pusaka tetap bersih.
Selain bulan Sura, pembersihan benda pusaka dengan minyak khusus agar pamornya tetap terawat dan tidak berkarat tetap dilakukan.
Meski begituk dia berencana mendirikan paguyuban pecinta benda pusaka. Tujuannya untuk melestarikan agar anak-anak muda bisa mengenal sejarah dan peninggalan leluhurnya.
“Anak-anak milenial sudah tak mengenal benda-benda pusaka seperti ini. Kita akan bentuk paguyuban untuk melestarikannya agar semakin banyak orang mencintai benda-benda pusaka ini,” katanya.
Baca Juga:Satu Suro, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.000 Meter