Kasus Covid Melejit, Pesanan Madu Liar di Jember Naik Dua Pekan Ini

Penjual madu di Kabupaten Jember naik di tengah melejidnya kasus Covid-19 di daerah tersebut. Madu dipercaya jadi alternatif vitamin bagi warga sehingga banyak diburu.

Muhammad Taufiq
Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:49 WIB
Kasus Covid Melejit, Pesanan Madu Liar di Jember Naik Dua Pekan Ini
Ilustrasi madu manuka. (dok. New Zealand Trade and Enterprise)

Syahrul menambahkan, pembeli sendiri biasanya datang ke rumahnya, dengan alasan rata - rata untuk menjaga imunitas tubuh dan dibuat obat COVID-19.

"Madu yang banyak diminati untuk sekarang ini jenis kelanceng dan tawon gung. Itu sangat dicari pembeli kadang sampai sehari 20 orang datang, kadang saya jujur kehabisan stok karena harus layani online yang luar Jawa juga," ungkap Syahrul Alim, yang juga salah satu anggota ILMI (Inspirator Lebah Madu Indonesia).

Pria anggota ILMI (Inspirator Lebah Madu Indonesia) ini juga mengingatkan masyarakat agar tak tertipu produk madu liar. Mengingat ada beberapa oknum nakal yang sengaja mengoplos madu asli. "Kita juga memberikan edukasi dan tata cara melihat madu itu asli apa palsu," urainya.

Terpisah, Pembeli madu Liar Asli Jember Rony Sunando yang kebetulan pada saat membeli madu jenis Kelanceng mengatakan, memilih madu sebagai daya tahan tubuh untuk sang ibu. Di peningkatan kasus COVID-19 warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, merasa madu menjadi obat alami untuk meningkatkan data tahan tubuh.

Baca Juga:Dikeroyok di Depan Polisi, Petugas Pemakaman Covid Jember Ngambek Tak Layani Pemakaman?

"Saya memang sering dan sudah langganan beli madu di sini. Beli untuk keluarga saya, terutama buat emak (Ibu) yang sudah tua, untuk menjaga kesehatan. Selain itu sekarang ini banyak virus corona, dan juga musim pancaroba jadi untuk konsumsi madu itu bagus, saya sendiri 3 kali sehari konsumsi, pagi, siang dan mau tidur," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini