alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ajak Milenial Berpikir Kritis, Berry Minor Merilis Together We Stand

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 05 Juli 2021 | 07:05 WIB

Ajak Milenial Berpikir Kritis, Berry Minor Merilis Together We Stand
Berry Minor, musisi Malang merilis lagu terbaru berjudul Together we stand. [Foto: istimewa]

Musisi Malang berkolaborasi dengan drummer punk Cable Car Romance dan Begundal Lowokwaru Chrisnanda a.k.a embek bikin dentuman musik hip-hop terasa lebih gahar dan menghentak.

SuaraMalang.id - Musisi Malang Berry Minor merilis karya terbarunya berjudul 'Together We Stand', Juni 2021. Berkolaborasi dengan drummer punk Cable Car Romance dan Begundal Lowokwaru Chrisnanda a.k.a embek, dentuman musik hip-hop terasa lebih gahar dan menghentak.

Berry menjelaskan, bahwa Together we stand: divide we fall adalah slogan yang sama arti dengan 'Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh'. Lagu yang didedikasikan untuk kawan-kawan milenial ini, mengajak untuk bersama mengawal kemajuan bangsa, serta mengkritisi setiap kebijakan yang menurut masyarakat tidak layak diaplikasikan.

"Dan mengurangi konflik internal sesama pejuang rakyat,mulai dari pejuang HAM, pejuang lingkungan, pejuang hak perempuan, hak buruh dan juga di kalangan seniman," katanya.

Istilah-istilah politis banyak dijumpai dalam komposisi lirik yang ditulis Berry Minor tersebut. Kemudian juga disisipkannya kutipan dari puisi karya sastrawan besar Nasioanl WS Rendra pada opening lagu, yakni karya berjudul 'Doa serdadu sebelum berperang'. Sajak itu dilantunkan Lusy, sebagai partner kolaborasi. Kemudian puisi 'Karawang Bekasi' milik Chairil Anwar dikombinasi didalam lirik hip-hop.

Baca Juga: Sendari, Lagu Band Candei Berbahasa Basemah Sarat Pesan Menjaga Hutan

Tidak hanya, pada rilisan lagu anyar ini juga dibuatkan musik video dengan konsep indie film bergenre thriller dengan story telling yang menggambarkan konflik dan pembalasan dendam dengan tujuan setiap perlawanan memiliki sebab.

"Dan juga Ketika kita mengalami konflik internal maka banyak hal eksternal yang lebih konkrit dan substansial yang akan terbengkalai dan kita hanya berfokus terhadap pembalasan dendam pribadi saja," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait