Tanaman Pertanian Warga Probolinggo Rusak Terpapar Kabut Belerang Gunung Bromo

Selain kabut belerang dari Gunung Bromo, tanaman pertanian rusak imbas embun upas akibat cuaca ekstrem yang melanda di kawasan setempat.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Senin, 07 Juni 2021 | 22:02 WIB
Tanaman Pertanian Warga Probolinggo Rusak Terpapar Kabut Belerang Gunung Bromo
Tanaman stroberi warga Lereng Tengger, Probolinggo Jawa Timur rusak terpapar kabut belerang Gunung Bromo. [FOTO: Happy/TIMES Indonesia]

Akibat serangan kabut belerang ini, Kermat mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta lebih. Biaya sebesar itu untuk perawatan tanaman stroberi. Mulai dari pemupukan, semprot air dan lain sebagainya.

“Sejak pandemi berlangsung, kebun ini sudah terdampak. Karena pengunjung yang datang merosot tajam. Ditambah dengan keadaan ini, entah kapan kami bisa memperbaikinya kembali. Padahal saat ini iklim wisata sudah mulai berangsur normal,” katanya.

Sementara, Kepala Pos Pantau Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Cemoro Lawang, Wahyu Andrian Kusuma mengatakan, kabut belerang merupakan hasil aktivitas magma di dalam perut Gunung Bromo. Kepekatan kabut belerang itu sampai merusak sejumlah pohon dan pertanian di sekitar Bromo.

Bagi masyarakat dan wisatawan dimbau agar menggunakan masker. Guna mengantisipasi dampak yang timbul akibat menghirup gas belerang itu.

Baca Juga:Tak Patut Ditiru, Pelajar Probolinggo Ini Rusak Sekolah Saat Konvoi Kelulusan

Namun demikian, warga dan masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, status Gunung Bromo masih di level II waspada dengan jarak aman satu kilometer dari pusat kawah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini