alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dihantam Pandemi, Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang Merosot Drastis

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 03 Mei 2021 | 15:29 WIB

Dihantam Pandemi, Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang Merosot Drastis
Ilustrasi wisatawan. Kunjungan wisatawan ke Kota Malang merosot akibat pandemi Covid-19. (Pixabay)

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, turunnya jumlah kunjungan wisatawan lantaran masih pandemi Covid-19

SuaraMalang.id - Jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang merosot tajam, pada 2021 ini. Berdasar jumlah kunjungan tamu hotel atau tingkat okupansi, tercatat hanya 30 persen saja dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 70 persen.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, turunnya jumlah kunjungan wisatawan lantaran masih pandemi Covid-19 serta akibat larangan mudik. Tingkat okupansi hotel di wilayahnya berkisaran 30 hingga 58 persen.

“Terjadi penurunan sampai setengahnya jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu yang sampai 70 persen. Memang okupansinya menurun. Tapi wisatawan yang datang kebanyakan juga ada yang meeting. Mereka biasanya mengambil full day. Jadi langsung buka puasa di hotel,” jelasnya dikutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Senin (3/5/2021).

Sementara, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, memang sektor wisata di Kota Malang menurun drastis akibat pandemi Covid-19. Presentase penurunan wisatawan di Kota Malang bahkan mencapai 66 persen.

Baca Juga: Gagal Mudik, 10 Orang Positif Corona di Terminal Pulo Gebang

Pada 2018 misalnya, angka kunjungan wisatawan ke Kota Malang tercatat sebanyak 4 juta lebih. Lalu di 2019 tercatat sebanyak 5 juta lebih wisatawan berlibur ke Kota Malang. Pada 2020 ini tercatat hanya 600 ribu lebih wisatawan yang berkunjung di daerah ini.

"Jumlah wisatawan turun sampai 66 persen pada 2020 sebagai dampak pandemi dan berbagai kebijakan yang diambil. Okupansi hotel dan jasa penunjang pariwisata juga turun drastis,” tandas Sutiaji.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait