alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dewan Medis Ungkap 'Kesembronoan' Perawat Maradona Sebelum Meninggal

Muhammad Taufiq Sabtu, 01 Mei 2021 | 15:28 WIB

Dewan Medis Ungkap 'Kesembronoan' Perawat Maradona Sebelum Meninggal
Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona semasa hidup melambaikan tangan setelah ditunjuk sebagai pelatih baru klub Meksiko, Dorados. Pedro PARDO / AFP

Kematian Diego Maradona memang masih menyisakan teka teki sampai saat ini.

SuaraMalang.id - Kematian Diego Maradona memang masih menyisakan teka teki sampai saat ini. Dewan Medis pun dibentuk dan ditunjuk untuk menyelediki kematian legenda sepak bola Argentina itu.

Setelah beberapa lama melakukan penyelidikan, tepatnya sejak kematian Maradona pada November 2020, Dewan Medis menyimpulkan kalau perawat atau tim medis bintang sepak bola itu bertindak dengan "tidak pantas, kurang dan sembrono".

Dewan Medis yang ditunjuk oleh Kementerian Kehakiman bertemu untuk menganalisis tuduhan yang menyebut anggota tim kesehatan Maradona tidak merawatnya secara memadai.

"Tindakan tim kesehatan yang bertugas menangani DAM (Diego Armando Maradona) tidak memadai, kurang dan sembrono," kata laporan dewan medis dikutip dari Reuters, Sabtu (01/05/2021).

Baca Juga: Jadi Korban Rebutan Harta Warisan, Kakak Diego Maradona Diusir dari Rumah

Laporan itu mengatakan Maradona menjadi sangat tidak sehat dan sekarat selama sekitar 12 jam sebelum kematiannya, atau sekitar tengah hari pada 25 November 2020.

"Dia menunjukkan tanda-tanda yang jelas dari periode nyeri yang berkepanjangan. Jadi kami menyimpulkan bahwa pasien tidak diawasi dengan benar dari pukul 00:30 pada 25/11/2020," demikian laporan itu ditulis.

Maradona, juara dunia bersama Argentina pada Piala Dunia 1986, pernah bermain untuk Barcelona, Napoli, Seville, Boca Juniors dan Argentinos Juniors, dan secara luas digembar-gemborkan sebagai salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa. 

Kematian Maradona mengguncang Amerika Selatan sebab Ia sangat dihormati di benua kiblatnya sepakbola dunia itu. Kematiannya pun memicu saling tunjuk tentang siapa yang harus disalahkan setelah Maradona menghadapi pertempuran melawan kecanduan alkohol dan kesehatan yang buruk.

Jaksa Argentina melakukan penyelidikan tak lama setelah kematian Maradona pada usia 60 tahun akibat gagal jantung di sebuah rumah dekat Buenos Aires. Jaksa juga memerintahkan penggeledahan properti dokter pribadinya dan menyelidiki orang lain yang terlibat dalam perawatannya.

Baca Juga: Bola Tolak Masuk ke Gawang, Arwah Maradona Disebut Selamatkan Boca Juniors

Maradona, yang dijuluki "D10S", sebuah plesetan dari kata Spanyol untuk dewa, dan "Pelusa" untuk rambut surainya yang menonjol, telah berjuang melawan kecanduan alkohol dan obat-obatan selama bertahun-tahun dan telah menjalani operasi otak pada November tahun lalu. ANTARA

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait