alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Dua Tempat, Tuban dan Surabaya

Muhammad Taufiq Jum'at, 02 April 2021 | 16:10 WIB

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Dua Tempat, Tuban dan Surabaya
Penangkapan terduga teroris di Tuban dan Surabaya [Foto: Antara]

Dua terduga teroris ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di dua kota di Jawa Timur, yakni Tuban dan Kota Surabaya, Jawa Timur.

SuaraMalang.id - Dua terduga teroris ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di dua kota di Jawa Timur, yakni Tuban dan Kota Surabaya, Jawa Timur.

Terduga teroris Surabaya ditangkap di Jalan Simopohan Utara II, Sukomanunggal, pada pukul 07.18 WIB. Ia berinisial S berusia 41 tahun dan merupakan warga Surabaya. Penggeledahan di tempat ini berlangsung sekitar 1 jam.

Kemudian seorang lagi warga Tuban ditangkap di sekitar Pasar Rengel, Kecamatan Rengel, setelah mengantar anaknya. Penangkapan di Tuban ini membuat warga di sekitar pasar.

"Benar, ada dua lokasi penangkapan. Satu di Surabaya dan satu di Tuban," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Selain di Surabaya, Satu Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Tuban

Kombes Gatot mengatakan pihaknya belum dapat memerinci data karena masih ada di tim Densus 88 Antiteror Polri.

"(Data) keduanya masih di tim," kata perwira menengah dengan tiga melati emas di pundak tersebut.

Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap dua terduga teroris di Tulungagung dan Nganjuk pada hari Selasa (30/3).

Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menjelaskan di Tulungagung diamankan seorang terduga teroris berinisial NMR sekitar pukul 14.30 WIB di Desa Buntaran, Kecamatan Rejo, Tulungagung.

Selanjuttnya, di Nganjuk diamankan seorang terduga teroris berinisial LAM dengan barang bukti yang disita di antaranya satu buku Fiqih Jihad.

Baca Juga: Geger! Warga Rengel Tuban Diciduk Densus 88 Usai Mengantar Anaknya

“Dari hasil informasi yang kami terima, kedua teroris tersebut merupakan jaringan kelompok radikal JAD (Jamaah Ansharut Daulah)," katanya. ANTARA

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait